Press Release
Laporan Kebencanaan Geologi 12 Mei 2017 (hingga pukul 06:00 WIB)

Jumat, 12 Mei 2017 13:24:26 WIB

Image

1. Gunung Api

G. Sinabung:

Status Level IV (Awas), secara visual dari kemarin sampai pagi ini Sinabung lebih sering tampak cerah. Secara visual dan melalui rekaman seismograf terjadi erupsi letusan sebanyak 2 kali. Kepulan abu tebal tekanan sedang mencapai ketinggian 1800-2300 m dari puncak, condong ditiup angin ke arah tenggara dan timur. Tidak terdengar suara dentuman dari Pos Sinabung yang berjarak 8 km di tenggara dari puncak. Erupsi diikuti oleh guguran lava yang meluncur sejauh 500 m ke tenggara dan timur dan tanpa diikuti oleh awan panas guguran/letusan. Bendungan Sungai Laborus terbentuk akibat penumpukan endapan awan panas di Sungai Laborus masih berpotensi menyebabkan lahar atau banjir bandang kalau bendungan jebol.

Rekomendasi:
-Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.
-Mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus maka penduduk yang bermukim di hilir di sekitar daerah aliran sungai Laborus agar tetap menjaga kewaspadaan karena bendungan ini sewaktu waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar/banjir bandang ke hilir.

VONA:
Kode ORANGE, terbit Tanggal 11 Mei 2017 Pukul 16:05 WIB, terkait erupsi letusan abu mencapai ketinggian 4260 m dari permukaan laut atau 1800 m dari puncak. Condong ditiup angin ke arah timur.

G. Dukono:

Status Level II (Waspada), erupsi secara menerus terjadi. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi tampak cerah. Kolom abu erupsi menerus putih keabuan tekanan sedang mencapai ketinggian 300-500 m dari puncak, condong ke arah barat. Letusan terbesar terjadi sebanyak 57 kali. Terdengar suara gemuruh lemah sampai sedang di Pos Dukono yang berjarak 10 km utara dari puncak.

Rekomendasi:
Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

VONA:
Kode ORANGE, terbit 10 Mei 2017 pukul 12:42 WIT terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1929 m di atas permukaan laut atau 700 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke barat.


Masyarakat/wisatawan/pendaki agar mematuhi Peta Kawasan Rawan (KRB) dari Badan Geologi.

Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah

Pada bulan Mei 2017, Prakiraan wilayah potensi tejadi gerakan tanah pada bulan mei 2017 di seluruh wilayah Indonesia menujukan pola distribusi curah hujan masih tetap tinggi seperti bulan April 2017. Gerakan Tanah diperkirakan masih terjadi dari Pulau Sumatra, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Papua. Kejadian gerakan tanah diperkirakan akan masih terus mengancam terutama di wilayah Jawa, mengingat masih tingginya curah hujan, pertumbuhan dan alih fungsi lahan cukup masif diwilayah ini dibanding wilayah lain di luar jawa.

Gerakan Tanah terakhir terjadi di:

1. Kabupaten Aceh Barat, Aceh
2. Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur


Penyebab:

Curah hujan yang tinggi dengan durasi lama, tebing jalan yang dipotong tidak sesuai kaidah pemotongan yang baik, sifat tanah yang gembur, berbatu dan lepas serta korban berteduh dari hujan di tebing curam


Dampak:

1. Longsor memutus jalan sepanjang 10 meter dan tidak dapat di lalui kendaran di Aceh Barat
2. Dua tewas dan 3 orang lainnya tertimbun di Mahakam Ulu, Kalimantan Timur


Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini.
Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.


3. Gempa Bumi


- Gempabumi di Perairan Selatan Jawa Barat.


Gempabumi terjadi pada hari Kamis, 11 Mei 2017, pukul 15:51:34 WIB, pusat gempa berada pada koordinat 7,84°LS dan 107,07°BT dengan magnituda 5,0 SR pada kedalaman 29 km, dan berlokasi 85 km sebelah barat daya Kota Garut.

Penyebab gempabumi:
Gempa bumi diperkirakan berasosisasi dengan aktivitas subduksi lempeng Indo Australia di bawah lempeng Eurasia.

Dampak gempabumi:
Gempa bumi ini dirasakan di Garut, Sukabumi, Bogor dan Lembang dengan intensitas III MMI. Belum ada laporan kerusakan ataupun korban jiwa.

Rekomendasi:
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan tetap waspada dengan kejadian gempa susulan, Gempabumi ini tidak menimbulkan tsunami.


- Gempa bumi di Barat laut Maluku Tenggara Barat.

Gempa bumi terjadi pada hari Jumat, 12 Mei 2017, pukul 04:46:14 WIB. Pusat gempa bumi berada pada koordinat 130,18° BT dan 6,64° LS dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 165 km berjarak 164 km barat laut Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Sedangkan menurut USGS, gempa bumi berpusat di 130,096° BT dan 6,554° LS dengan magnitudo 4,9 mb pada kedalaman 154,5 Km.

Dampak gempa bumi:
belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan.

Penyebab gempa bumi:
diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia di bawah Laut Banda.

Rekomendasi:
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD.
Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM