Press Release
Laporan Kebencanaan Geologi 24 Maret 2017 (hingga pukul 06:00 WIB)

Jumat, 24 Maret 2017 10:21:07 WIB

Image

I. SUMMARY:

Hari ini, Jumat, 24 Maret 2017, Bencana Geologi yg terjadi sbb:

1. Gunung Api

G. Sinabung:

Aktivitas:
Status Level IV (Awas), secara visual dari kemarin sampai pagi ini Sinabung lebih sering tertutup kabut. Secara visual dan melalui rekaman seismograf tidak teramati adanya erupsi letusan dan tidak terdengar suara dentuman dari Pos Sinabung yang berjarak 8 km dari puncak. Erupsi masih berlangsung berupa guguran lava meluncur sejauh 500-1000 m ke lereng tenggara dan timur.

Rekomendasi:
Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.

VONA:
Kode ORANGE, terbit Tanggal 21 Maret 2017 Pukul 15:48 WIB; terkait erupsi letusan abu mencapai ketinggian 4760 m dari permukaan laut atau 2300 m dari puncak, condong ke arah tenggara dan timur.

G. Dukono:

Aktivitas:
Status Level II (Waspada), erupsi secara menerus terjadi. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi tampak sering tertutup kabut. Tinggi kolom abu erupsi menerus 500-700 m dari puncak, condong ke arah timur, utara, dan baratlaut. Letusan terbesar terjadi sebanyak 3 kali. Terdengar suara gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km utara dari puncak.

Rekomendasi:
Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

VONA:
Kode ORANGE, terbit 24 Maret 2017 pkl 07:21 WIT; terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1929 m di atas permukaan laut atau 700 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke timur.

Lain-lain:

Masyarakat/wisatawan/pendaki agar mematuhi Peta Kawasan Rawan (KRB) dari Badan Geologi.

Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.


2. Gerakan Tanah

Pada bulan Maret 2017, Gerakan Tanah diperkirakan masih terjadi dari Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara hingga Papua. Kejadian gerakan Tanah diperkirakan dominan di wilayah timur Indonesia.

Gerakan tanah terakhir terjadi di:

1. Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah

2. Kab. Sangihe, Sulawesi Utara

Penyebab:
Penyebab gerakan tanah karena curah hujan yang tinggi dengan durasi lama, sifat tanah yang gembur dan menambah beban bila terkena hujan, drainase yang kurang baik.

Dampak:
Akses jalan terganggu karena tertutup material longsor

Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui aplikasi MAGMA Indonesia (fitur Unduh Peta) maupun melalui web https://magma.vsi.esdm.go.id dan http://vsi.esdm.go.id


3. Gempa Bumi

Gempa bumi di Barat Daya Tasikmalaya, Jawa Barat.

Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, 23 Maret 2017 pukul 21:35:35 WIB. Pusat gempa bumi berada pada koordinat 8.02°LS dan 107.91°BT atau 48 km sebelah Barat Daya Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dengan magnitudo 5.0 SR pada kedalaman 10 km.

Gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktifitas subduksi atau penunjaman Lempeng Indo-Australia di bawah Lempeng Eurasia.

Dampak gempa bumi, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan dan korban yang ditimbulkan oleh gempa bumi ini. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.

Rekomendasi:
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan waspada dengan potensi gempa susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM