Press Release
Laporan Kebencanaan Geologi 23 Maret 2017 (hingga pukul 06:00 WIB)

Kamis, 23 Maret 2017 21:12:37 WIB

Image

I. SUMMARY:

Hari ini, Kamis, 23 Maret 2017, Bencana Geologi yg terjadi sbb:

1. Gunung Api

G. Sinabung:

Aktivitas:
Status Level IV (Awas), secara visual dari kemarin sampai pagi ini Sinabung lebih sering tertutup kabut. Secara visual dan melalui rekaman seismograf teramati adanya erupsi letusan sebanyak 1 kali. Kepulan abu vulkanik tidak begitu tebal mencapai ketinggian 500 m dari puncak. Condong ditiup angin arah tenggara dan timur. Tidak terdengar suara dentuman dari Pos Sinabung yang berjarak 8 km dari puncak. Erupsi diikuti oleh guguran lava meluncur sejauh 500-2000 m ke lereng selatan, tenggara, dan timur.

Rekomendasi:
Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.

VONA:
Kode ORANGE, terbit Tanggal 21 Maret 2017 Pukul 15:48 WIB; terkait erupsi letusan abu mencapai ketinggian 4760 m dari permukaan laut atau 2300 m dari puncak, condong ke arah tenggara dan timur.

G. Dukono:

Aktivitas:
Status Level II (Waspada), erupsi secara menerus terjadi. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi tampak sering tertutup kabut. Tinggi kolom abu erupsi menerus 300-700 m dari puncak, condong ke arah utara dan barat. Letusan terbesar terjadi sebanyak 9 kali. Terdengar suara gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km dari puncak.

Rekomendasi:
Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

VONA:
Kode ORANGE, terbit 23 Maret 2017 pkl 06:58 WIT; terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1929 m di atas permukaan laut atau 700 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke utara.

Lain-lain:

Masyarakat/wisatawan/pendaki agar mematuhi Peta Kawasan Rawan (KRB) dari Badan Geologi. Untuk Gunungapi status Normal:

Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.


2. Gerakan Tanah

Pada bulan Maret 2017, Gerakan Tanah diperkirakan masih terjadi dari Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara hingga Papua. Kejadian gerakan Tanah diperkirakan dominan di wilayah timur Indonesia.

Gerakan tanah terakhir terjadi di:

1. Bantul, Yogyakarta

2. Bojonegoro, Jawa Timur

3. Dlingo, Bantul, Yogyakarta.

Penyebab:
Penyebab gerakan tanah karena curah hujan yang tinggi dengan durasi lama, sifat tanah yang gembur dan menambah beban bila terkena hujan, drainase yang kurang baik.

Dampak:

1. Dua rumah warga ambruk
2. Akses jalan terganggu karena tertutup material longsor

Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.


3. Gempa Bumi

Gempa bumi di Baratlaut Maluku Tenggara Barat.

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, 22 Maret 2017, pukul 15:02:26 WIB. Pusat gempa bumi berada pada koordinat 129,95° BT dan 6,92° LS dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 171 km berjarak 170 km BaratLaut Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku. Sedangkan menurut USGS, gempa bumi berpusat di 129,783° BT dan 6,745° LS dengan magnitudo 5,1 mb pada kedalaman 141,4 Km.

Sampai laporan ini dibuat belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat guncangan gempa bumi.

Gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia di bawah Laut Banda.

Rekomendasi:
Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami.


Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM