Press Release
LAPORAN KEBENCANAAN GEOLOGI 22 MARET 2017 (07:45WIB)

Rabu, 22 Maret 2017 08:24:17 WIB

Image

1. Gunung Api

G. Sinabung:

Status Level IV (Awas), secara visual dari kemarin sampai pagi ini Sinabung lebih sering tertutup kabut. Secara visual dan melalui rekaman seismograf teramati adanya erupsi letusan sebanyak 4 kali. Kepulan abu vulkanik kelabu tebal mencapai ketinggian 700-2300 m dari puncak. Condong ditiup angin ke arah baratdaya, tenggara, dan timur. Tidak terdengar suara dentuman dari Pos Sinabung yang berjarak 8 km dari puncak. Erupsi diikuti oleh guguran lava meluncur sejauh 500-1500 m ke lereng tenggara dan timur.

Rekomendasi:
Masyarakat/pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur dan 4 km timur-utara.

VONA:
Kode ORANGE, terbit Tanggal 21 Maret 2017 Pukul 15:48 WIB; terkait erupsi letusan abu mencapai ketinggian 4760 m dari permukaan laut atau 2300 m dari puncak, condong ke arah tenggara dan timur.

G. Dukono:

Status Level II (Waspada), erupsi secara menerus terjadi. Dari kemarin sampai pagi ini secara visual gunungapi tampak sering tertutup kabut. Tinggi kolom abu erupsi menerus 400-500 m dari puncak, condong ke arah baratlaut, barat, dan baratdaya. Letusan terekam sebanyak 16 kali. Terdengar suara gemuruh lemah di Pos Dukono yang berjarak 10 km dari puncak.

Rekomendasi:
Masyarakat di sekitar G. Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 km.

VONA:
Kode ORANGE, terbit 21 Maret 2017 pkl 19:06 WIT; terkait dengan erupsi yg disertai kepulan abu vulkanik setinggi 1729 m di atas permukaan laut atau 500 m dari puncak, kolom abu bergerak mengarah ke barat dan baratdaya.

Masyarakat/wisatawan/pendaki agar mematuhi Peta Kawasan Rawan (KRB) dari Badan Geologi.

Untuk Gunungapi status Normal: Agar masyarakat/wisatawan/pendaki tidak bermalam dan berkemah di dekat kawah untuk menghindari potensi ancaman gas beracun.

2. Gerakan Tanah

Pada bulan Maret 2017, Gerakan Tanah diperkirakan masih terjadi dari Pulau Sumatra, Jawa, Nusa Tenggara hingga Papua. Kejadian gerakan Tanah diperkirakan dominan di wilayah timur Indonesia.

Gerakan tanah terakhir terjadi di 1. Kabupaten Cilacap, Jawa Barat, 2. Probolinggo, Jawa Timur.

Penyebab:
Penyebab gerakan tanah karena curah hujan yang tinggi dengan durasi lama, sifat tanah yang gembur dan menambah beban bila terkena hujan, drainase yang kurang baik.

Dampak:

1. Akses jalan terganggu, karena tertutup material longsor

Peta prakiraan potensi gerakan tanah dari Badan Geologi perlu diacu sebagai peringatan dini. Masyarakat dapat mengunduh melalui www.vsi.esdm.go.id.

3. Gempa Bumi

Gempa bumi di Tenggara Denpasar, Bali.

Gempabumi terjadi pada hari Rabo 22 Maret 2017, pukul 06:10:27 WIB. Pusat gempabumi berada pada koordinat 8.88°LS dan 115.24°BT dengan magnitudo 6.4 SR pada kedalaman 117 km berjarak 23 km tenggara dari Kota Denpasar, Bali. Sejauh ini tidak ada korban jiwa dan kerusakan akibat Gempabumi.

Penyebab : diduga berasosiasi dengan aktivitas penunjaman di zona benioff.

Rekomendasi: masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Gempa ini tidak menimbulkan tsunami.

Gempabumi Di Barat Daya Tanggamus, Lampung

Gempabumi terjadi pada hari Selasa, 21 Maret 2017, pukul 20:13:37 WIB. Pusat gempabumi berada pada koordinat 104.32°BT dan 6.23°LS dengan magnitudo 5.3 SR pada kedalaman 11 km berjarak 106 km barat daya Tanggamus, Lampung. Sejauh ini tidak ada korban jiwa dan kerusakan akibat Gempabumi.

Penyebab : diduga berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia.

Rekomendasi: masyarakat untuk tetap tenang, namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Gempa ini tidak menimbulkan tsunami.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM