Press Release
PENINGKATAN TINGKAT AKTIVITAS GUNUNG AWU, SULAWESI UTARA 12 Desember 2021

Minggu, 12 Desember 2021 18:31:37 WIB

Image

Gunung Awu di Pulau Sangihe adalah gunungapi aktif Indonesia yang posisi geografisnya berada di paling utara. Puncak gunungapi ini berada pada ketinggian 1320 meter di atas permukaan laut. Gunung Awu secara administratif termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Gunung Awu diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berlokasi di Jl. Radar Tahuna, Kecamatan Apeng Sembeka, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Gunung Awu memiliki interval erupsi berkisar antara 1 hingga 101 tahun. Gunung Awu memiliki potensi erupsi dengan eksplosivitas tinggi serta secara historis termasuk gunungapi yang paling banyak mengakibatkan korban jiwa di antara gunungapi lainnya di Sulawesi Utara dan paling mematikan keempat di Indonesia setelah Tambora, Krakatau dan Kelud, dengan total setidaknya 5301 korban jiwa. Erupsi terakhirnya pada Juni 2004 menghasilkan kolom erupsi setinggi 2 kilometer di atas puncak dan menyisakan kubah lava di dalam kawahnya. Kubah lava ini memiliki diameter sekitar 370 meter dan tinggi sekitar 30 meter.

Hasil pemantauan terkini secara visual sejak September hingga saat ini Gunung Awu terlihat jelas hingga tertutup kabut, namun asap kawah utama belum teramati di atas puncak. Secara umum belum teramati perubahan signifikan pada aktivitas permukaan. Kegempaan vulkanik teramati mengalami peningkatan sejak Oktober. Gempa vulkanik dangkal terekam berkisar 7 – 26 kejadian perhari, sedangkan sebelumnya maksimum terekam sebanyak 5 kejadian perhari, untuk gempa vulkanik dalam juga teramati meningkat. Amplitudo seismik (RSAM) yang merefleksikan energi aktivitas vulkanik mengalami peningkatan secara progresif mulai November hingga laporan ini dibuat.

Karakteristik erupsi Gunung Awu dapat bersifat magmatik eksplosif, efusif maupun freatik. Potensi bahaya utama yang mungkin terjadi dapat berupa erupsi magmatik dengan lontaran material pijar dan/atau lontaran dan aliran piroklastik maupun berupa erupsi freatik yang didominasi uap dan gas gunungapi maupun material erupsi sebelumnya. Potensi pembongkaran kubah lava dapat terjadi jika tekanan di dalam sistem magmatik mengalami peningkatan signifikan. Potensi bahaya lain dapat berupa emisi gas gunungapi seperti CO, CO2, H2S, N2 dan CH4. Gas-gas tersebut dapat membahayakan jiwa jika konsentrasi yang terhirup melebihi nilai ambang batas aman. Potensi bahaya sekunder jika erupsi telah terjadi dapat berupa aliran lahar yang berasal dari material piroklastik yang jatuh di bagian lereng dan terbawa air hujan mengikuti alur-alur sungai yang berhulu dari G. Awu.

Berdasarkan hasil analisis data visual dan instrumental serta mempertimbangkan potensi ancaman bahayanya maka terhitung mulai tanggal 12 Desember 2021 pukul 12.00 WITA tingkat aktivitas Gunung Awu dinaikkan dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada). Sehubungan dengan kenaikan tingkat aktivitas G. Awu menjadi Level II (Waspada) maka direkomendasikan:

-    Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati dan beraktivitas di dalam radius 1 km dari kawah puncak Gunung Awu.
-    Masyarakat di sekitar Gunung Awu diharap tetap tenang, tidak terpancing isu-isu mengenai aktivitas Gunung Awu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat harap mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.
-    Masyarakat maupun pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun rekomendasi Gunung Awu setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play.
-    Informasi aktivitas Gunung Awu yang lebih spesifik dapat diperoleh dengan menghubungi Pos Pengamatan Gunungapi Awu di Jl. Radar Kp. 116 Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara melalui nomor telepon 0822-9119-9485 atau Kantor Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung, Provinsi Jawa Barat melalui nomor telepon 022-7272606.

Sumber data:
Kementerian Energi dan SumberDaya Mineral
Badan Geologi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM