Press Release
PENINGKATAN TINGKAT AKTIVITAS G. ILI LEWOTOLOK, KAB. LEMBATA, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR - 29 NOVEMBER 2020

Minggu, 29 November 2020 13:44:29 WIB

Image

Secara geografis, G. Ili Lewotolok berada pada koordinat 08°16'15" LS dan 123°30'18" BT (1423 mdpl). Secara administratif terdapat di wilayah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gunungapi Ili Lewotolok diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan yang terdapat di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.
 
Pada tanggal 7 Oktober 2017 tingkat aktivitas G. Ili Lewotolok (1.018 m dpl)  dinaikkan dari Normal (Level I) menjadi Waspada (Level II) yang dilatarbelakangi oleh adanya peningkatan kegempaan terutama gempa Tektonik Lokal (TL), Vulkanik Dalam (VA), dan Vulkanik Dangkal (VB) sejak pertengahan September 2017. Pada tanggal 26 November 2020 sekitar jam 19.43 terekam gempa tremor tidak menerus pada seismometer dan pada tanggal 27 November 2020 pukul 05:57 WITA terjadi erupsi. Aktivitas kegempaan pasca erupsi sempat mengalami sedikit penurunan namun pada tanggal 29 November 2020 mulai pukul 00:00-06:00 WITA kegempaan yang mengindikasikan adanya suplai magma dari kedalaman kembali meningkat yaitu berupa 6 kali gempa Vulkanik Dalam (VA). Tremor menerus kemudian muncul mulai sekitar 15 menit sebelum erupsi terjadi pada 29 November 2020 pukul 09:45 WITA.

Data Pemantauan:
Data kegempaan dalam tiga bulan terakhir terekam fliktuatif, kegempaan didominasi oleh gempa Vulkanik Dalam yang terekam maksimal sebanyak 26 kejadian pada tanggal 14 September 2020, namun relatif menurun dan rata-rata terekam sebanyak 1 hingga 12 kejadian per hari.
.
Analisis:
Gunung Api Ili Lewotolok mengalami erupsi pertama pada tanggal 27 November 2020 pukul 05:57 WITA dengan tinggi kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam tinggi 500 m di atas puncak (± 1.923 m di atas permukaan laut) dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dengan durasi erupsi tidak teramati jelas karena diikuti tremor menerus.
 
Erupsi kedua terjadi pada tanggal 29 November 2020 pukul 09:45 WITA dengan tinggi kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam tinggi 4000 m di atas puncak (± 5.423 m di atas permukaan laut) dengan intensitas tebal condong ke arah barat di kolom bagian bawah dan ke arah timur di kolom bagian atas. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 35 mm dengan durasi erupsi 10 menit dan diikuti tremor menerus.
 
Data pemantauan tersebut mengindikasikan bahwa aktivitas G. Ili Lewotolok masih tinggi dan berpotensi untuk mengalami erupsi susulan.
 
Potensi Bahaya:
Potensi bahaya G. Ili Lewotolok saat ini dapat berupa lontaran batu/lava pijar ke segala arah, hujan abu lebat yang penyebarannya bergantung arah dan kecepatan angin, awan panas utamanya ke arah bukaan kawah (tenggara), longsoran material lapuk yang berada di kawah puncak ke arah tenggara, maupun aliran lahar di sungai-sungai yang berhulu di G. Ili Lewotolok terutama pada musim hujan.
 
Kesimpulan:
Berdasarkan hasil analisis secara menyeluruh maka pada tanggal 29 November 2020 pukul 13:00 WITA tingkat aktivitas Gunungapi Ili Lewotolok dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga)
 
Rekomendasi:
1.    Dalam tingkat aktivitas Siaga (Level III), masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari kawah puncak.
2.    Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
3.    Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling G. Ili Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di G. Ili Lewotolok agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar terutama di musim hujan.
4.    Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun   rekomendasi G. Ili Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).
5.    Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.
6.    Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ili Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung  

Sumber data:
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Badan Geologi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Letusan Gunung Barujari : Situasi Paska Letusan

Kronologi Letusan Minor G. Sangeangapi, Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

Laporan Evaluasi G. Lokon Level II (Waspada) hingga 19 Maret 2017

Letusan Gunungapi Rinjani 27 September 2016

Tanggapan pemberitaan Erupsi Gunung Salak 10 Oktober 2018

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM