Press Release
PRESS RELEASE Aktivitas G. Sinabung – Sumatera Utara

Sabtu, 08 Agustus 2020 11:24:04 WIB

Image

Secara geografis, G. Sinabung terletak pada posisi koordinat 3°10' LU dan 98°23,5' BT, dengan ketinggian puncak 2460 m dpl. Secara administratif G. Sinabung masuk ke dalam wilayah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara dan diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara.
Tingkat aktivitas G. Sinabung adalah Level III (Siaga) sejak 20 Mei 2019.

Data pemantauan:

1.  Visual: Selama periode  1 Juli - 7 Agustus 2020. Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak. Pada 8 Agustus 2020 pukul 01:58 WIB terjadi erupsi, menghasilkan kolom erupsi berwarna kelabu hingga coklat, tinggi sekitar 2000 m dari atas puncak, intensitas sedang hingga tebal. Kolom erupsi condong ke arah timur.
2. Kegempaan: Jumlah dan jenis gempa yang terkam selama 1 Juli hingga 7 Agustus 2020 pukul 24.00 WIB, didominasi oleh Gempa Hembusan, Tektonik Lokal, dan Gempa Tektonik Jauh. Pada tanggal 7 Agustus 2020 terekam 15 kali Gempa Hembusan, 6 kali Gempa Low Frequency, 21 kali Gempa Vulkanik Dalam dan 2 kali Gempa tektonik Jauh. terjadi peningkatan Gempa Vulkanik. Pada 8 Agustus 2020 pkl. 01:58 WIB terekam satu kali Gempa letusan dengan amplituda maksimum 120 mm dan lama gempa 1 jam 44 detik.

Analisis:
1.  Erupsi yang terjadi bersifat freatik, tidak didahului oleh kenaikkan gempa-gempa vulkanik yang signifikan, menandakan tidak adanya suplai magma ke permukaan. Erupsi yang terjadi pada 8 Agustus 2020 lebih diakibatkan oleh  overpressure dan aktivitas permukaan.
2.  Erupsi hanya berlangsung singkat, tidak diikuti oleh kenaikan kegempaan dan perubahan visual yang mengarah pada rangkaian erupsi yang lebih besar.

Potensi  bahaya:
Mengingat sifat dan karakter erupsi G. Sinabung, saat ini potensi erupsi eksplosif masih ada, bersamaan dengan kejadian awanpanas letusan.
Saat ini potensi ancaman bahaya berupa hujan abu lebat di sekitar puncak G. Sinabung. Material abu dapat terbawa ke daerah yang lebih jauh dari puncak, tergantung arah dan kecepatan angin.

Kesimpulan:
Aktivitas vulkanik G. Sinabung fluktuatif, baik secara visual maupun instrumental. Tidak teramati adanya gejala perubahan sifat erupsi ataupun peningkatan potensi ancaman bahaya. Sebaran material erupsi tanggal 8 Agustus 2020 masih pada radius Kawasan Rawan Bencana yang direkomendasikan. Tingkat aktivitas G. Sinabung adalah Level III (SIAGA).

Rekomendasi:
Dalam tingkat aktivitas Level III (SIAGA) agar Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak G.Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Sumber data:
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Badan Geologi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Tanggapan pemberitaan Erupsi Gunung Salak 10 Oktober 2018

Tanggapan atas pemberitaan letusan G. Merapi 26 Agustus 2017

Peningkatan Aktivitas Kegempaan Gunungapi Lokon, Sulawesi Utara

Erupsi Gunungapi Soputan 16 Desember 2018

Dampak Gempa bumi: Likuifaksi

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM