Press Release
PRESS RELEASE Peningkatan status aktivitas G. Raung, Jawa Timur dari Level I (Normal) ke Level II (Waspada), 17 Juli 2020

Jumat, 17 Juli 2020 16:35:35 WIB

Image

G. Raung merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di Jawa Timur, dengan ketinggian puncak mencapai 3332 meter di atas permukaan laut. Gunung api ini merupakan gunung api strato berkaldera, dengan kawah utama Kaldera Raung. Kaldera Raung berbentuk ellips dengan ukuran 1750 x 2250 m, dalamnya 400-550 m dari pematang gunung. Posisi G. Raung secara administratif termasuk dalam tiga wilayah Kabupaten, yakni Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember. Tingkat aktivitas G. Raung adalah Level I (Normal) sejak 24 Oktober 2016.

Data pemantauan:
1. Visual: Selama 1 Januari hingga 16 Juli 2020 pukul. 07.52 WIB, gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas sedang tinggi sekitar 50 meter dari puncak. Pada 16 Juli 2020 pukul 10.52 WIB, teramati kenaikkan tinggi asap hembusan menjadi 100 m dari atas puncak disertai perubahan warna menjadi putih kecoklatan. Pada pukul 13.56 WIB teramati perubahan warna kolom hembusan menjadi warna putih kelabu, dengan ketinggian 100 m dari atas puncak. Teramati 60 kali hembusan/erupsi sejak pukul 10.52 WIB, berupa  kolom abu berwarna kelabu dan kemerahan, dengan ketinggian 50 hingga 200 m.
Pada 17 Juli 2020, pukul 00.00 – 06.00 WIB erupsi masih terjadi sebanyak 26 kali, menghasilkan kolom abu berwarna coklat dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50 – 200 m di atas puncak/kawah.
2. Kegempaan: Jumlah dan jenis gempa yang terekam selama 1 Januari hingga 16 Juli 2020 pukul 10.00 WIB, didominasi oleh Gempa Tektonik Jauh, Tektonik Lokal, satu kali Gempa Terasa pada tanggal 19 Maret 2020 serta beberapa kali Gempa Hembusan sejak tanggal 13 Juli 2020. Jumlah Gempa Hembusan terus meningkat sejak tanggal 16 Juli 2020 pkl. 10.52 WIB, dan diikuti oleh kemunculan Tremor Non-Harmonik dan Gempa Letusan. Pada 17 Juli 2020, hingga pukul 06.00 WIB terekam 26 kali Gempa Letusan dan 20 getaran Tremor Non-Harmonik.

Analisis:
1. Tinggi kolom hembusan gas/abu dan warna kolom hembusan mulai mengalami perubahan pada 16 Juli 2020. Warna kolom hembusan mengindikasikan adanya material abu yang terbawa ke permukaan.
2. Jumlah Gempa Hembusan mengalami kenaikkan dan diikuti oleh kemunculan jenis gempa vulkanik lainnya (Tremor dan Letusan), sehingga mengindikasikan adanya suplai magma dari kedalaman di bawah kawah puncak G. Raung.

Potensi bahaya:
Sebaran material dari hembusan abu pada 16 dan 17 Juli 2020 masih berada di sekitar kawah/puncak G. Raung, yang merupakan Kawasan Rawan Bencana III. Namun demikian, sebaran abu dapat terbawa ke daerah yang lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin.

Kesimpulan:
Aktivitas vulkanik G. Raung baik secara data pengamatan visual dan kegempaan, mulai menunjukkan peningkatan, maka tingkat aktivitas vulkanik G. Raung dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada), sejak tanggal 17 Juli 2020, pukul 14:00 WIB.

Rekomendasi:
Dalam tingkat aktivitas Level II (Waspada) agar masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius  2 Km dari kawah/puncak.

Sumber data:
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Badan Geologi
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM