Press Release
PRESS RELEASE AKTIVITAS GUNUNG SEMERU, 17 APRIL 2020

Jumat, 17 April 2020 08:41:17 WIB

Image

Gunungapi Semeru merupakan salah satu gunung api aktif di Indonesia. Secara geografis puncaknya terletak pada 08°06'30" lintang selatan dan 112°55‘00”  bujur timur dengan tinggi puncaknya (Mahameru) 3676 m dpl.Tingkat aktivitas G. Semeru sejak tanggal 2 Mei 2012 berada pada Level II (Waspada).

Data Pemantauan:
1) Visual: selama periode 1 - 16 April 2020 aktivitas didominasi oleh guguran lava dan erupsi tidak menerus. Erupsi menghasilkan kolom berwarna kelabu setinggi 400 - 600 meter diatas puncak berwarna kelabu. Saat tidak terjadi erupsi, teramati  hembusan gas dari kawah Jonggring Seloko berwarna putih kelabu dengan tinggi 200 – 400 m. Aktivitas guguran lava pijar teramati ke arah Besuk Bang, Besuk Kobokan, dan Besuk Kembar dengan jarak luncur 500 - 1000 meter dari pusat guguran. Sinar api diam teramati setinggi 10 - 20 meter dari Kawah Jonggring Seloko. Pada 17 April 2020 pukul 06:08 WIB terjadi awan panas guguran sejauh 2000 m (pusat guguran lk.1000 m dari kawah) ke arah Besuk Bang.
2) Kegempaan: selama 1 - 16 April 2020 aktivitas kegempaan G. Semeru masih tinggi, didominasi oleh jenis gempa Letusan, Guguran, dan Hembusan. Gempa letusan rata-rata terekam 25 kejadian per hari, Gempa Hembusan 19 kejadian per hari, dan Gempa Guguran 6 kejadian per hari. Jumlah gempa Guguran meningkat sejak tanggal 5 April 2020, sedangkan gempa Letusan meningkat sejak tanggal 8 April 2020. Selain itu, terekam gempa – gempa Vulkanik (Tremor Harmonik, Tremor Non Harmonik, Vulkanik Dangkal, dan Vulkanik Dalam) dalam jumlah yang tidak signifikan. Pada 17 April 2020 terekam gempa Awan Panas Guguran dengan Amplitudo maksimum 7 mm dan lama gempa 300 detik.
 
Analisis:
Aktivitas letusan dan hembusan gas menerus di Kawah Jonggring Seloko – G. Semeru menunjukkan bahwa terjadi suplai atau tekanan magma disertai kenaikan fluida (gas, cair dan padatan) ke kedalaman yang lebih dangkal. Kemunculan tremor harmonik tanpa disertai gempa-gempa vulkanik (Vulkanik Dangkal atau pun Vulkanik Dalam) menunjukkan bahwa saat ini sistem sudah terbuka. Warna kelabu pada kolom letusan menunjukkan adanya material batuan yang terbawa ke permukaan. Interval Gempa Letusan yang cukup rapat menunjukkan bahwa hingga saat ini tidak terjadi penumpukan energi yang berpotensi terjadinya erupsi dengan intensitas yang lebih besar.

Potensi bahaya:
1.    Potensi erupsi menerus masih ada dengan sebaran material erupsi berupa aliran lava, hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) di sekitar kawah dalam radius 1 km dari pusat erupsi, serta awan panas guguran sejauh 4 km di sekitar lereng tenggara dan selatan.
2.    Perlu diwaspadai peningkatan gempa-gempa guguran yang menandakan ketidakstabilan ujung aliran lava yang berpotensi menjadi awan panas guguran.
3.    Terjadi penumpukan material erupsi di sekitar puncak, lereng dan hulu Besuk Bang, Besuk Kembar dan Besuk Kobokan berpotensi menjadi aliran lahar jika terjadi curah hujan yang cukup besar. Pada periode 1-16 April ini terekam getaran banjir sebanyak 7 kejadian (hampir setiap 2 hari sekali), seiring dengan mulainya curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Jawa Timur

Kesimpulan:
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, serta potensi ancaman bahaya G. Semeru hingga 17 April 2020, tingkat aktivitas vulkanik G. Semeru dinilai masih dalam Level II (Waspada). Tidak terdeteksi adanya peningkatan ancaman potensi bahaya.

Rekomendasi:
1.    Masyarakat/pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas dalam radius 1 Km dari kawah aktif dan di wilayah sejauh 4 km di sektor lereng selatan–tenggara yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif G. Semeru (Jongring Seloko) sebagai alur luncuran awan panas guguran.
2.    Masyarakat yang bermukim di bantaran sungai dan beraktivitas di dalam Besuk Kembar, Besuk Kobokan dan Besuk Bang agar mewaspadai ancaman bahaya aliran lahar.

Sumber Data:
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi
Badan Geologi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM