Press Release
Press Release aktivitas Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Senin, 21 Oktober 2019 15:45:35 WIB

Image

Sejak penurunan tingkat aktivitas G. Anak Krakatau dari level III (Siaga)  menjadi level II (Waspada) pada 25 Maret 2019, hingga saat ini aktivitas vulkanik G. Anak Krakatau masih fluktuasi. Berikut ini disampaikan evaluasi aktivitas G. Anak Krakatau terkini:

Data Pemantauan:

  1. Secara visual, erupsi masih terjadi, menghasilkan kolom abu berwarna putih - kelabu tebal tinggi lk 100 - 300 meter dari dasar kawah. Pada saat tidak terjadi erupsi, teramati  hembusan asap berwarna putih dengan intensitas tipis - tebal dengan tinggi lk 25 - 200 meter dari dasar kawah.
  2. Kegempaan Gunung Anak Krakatau selama 1 - 20 Oktober 2019 ditandai dengan terekamnya gempa Letusan/Erupsi, gempa Hembusan, serta gempa - gempa Vulkanik dan getaran Tremor menerus. Hal ini menunjukkan bahwa masih adanya suplai magma dan aktivitas vulkanik, serta pelepasan fluida ke permukaan.
  3. Data deformasi dengan tiltmeter secara umum menunjukkan berfluktuasi  berkaitan dengan sumber tekanan di permukaan, yaitu berupa terjadinya pelepasan gas atau letusan kecil, pada periode 12 - 20 Oktober 2019 ini cenderung mengalami kenaikan (inflasi). Letusan yang terjadi masih terbatas pada letusan freatik dan surtseyan.

Analisis:

Pengamatan visual dan instrumental menunjukkan aktivitas vulkanik masih realtif tinggi.

Potensi Bahaya:

Perlu diwaspadai potensi erupsi/letusan yang mungkin terjadi dengan intensitas kecil, dan sebaran material letusan yang membahayakan keselamatan jiwa hanya terbatas di sekitar kawah.

Kesimpulan:

Mengacu pada potensi ancaman bahaya G. Anak Krakatau terkini, serta berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 21 Oktober 2019, maka tingkat aktivitas G. Anak Krakatau dinilai masih berada pada LEVEL II (Waspada).

Evaluasi menerus tetap dilakukan untuk mengantisipasi tingkat aktivitas dan potensi ancaman erupsi.

Rekomendasi:

Sehubungan dengan tingkat aktivitas Level II (Waspada), direkomendasikan agar masyarakat/pengunjung tidak beraktivitas/mendekati G. Anak Krakatau dalam radius 2 km dari Kawah Aktif.

Sumber Data:
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi - Badan Geologi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM