Press Release
Penurunan Tingkat Aktivitas Vulkanik G. Anak Krakatau 25 Maret 2019

Senin, 25 Maret 2019 12:36:07 WIB

Image

Gunungapi Anak Krakatau sejak pemunculannya tanggal 11 Juni 1927 hingga 2019, telah mengalami erupsi lebih dari 120 kali dengan waktu istirahat berkisar antara 1 – 6 tahun. Erupsi selama lima tahun terakhir adalah letusan abu dan aliran lava. Pada Juni-Desember 2018 erupsi menerus terjadi beberapa kali dengan intensitas energi tremor erupsi terkuatnya terjadi pada bulan September. Pada 22 Desember 2018 aktivitas meningkat kembali, dengan terekamnya tremor vulkanik menerus yang berasosiasi dengan letusan menerus, serta letusan surtseyan pada 28 Desember 2018. Sehingga pada tanggal 27 Desember 2018, tingkat aktivitas G. Anak Krakatau dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Kami sampaikan perkembangan terakhir aktivitas G. Anak Krakatau hingga 25 Maret 2019 Pukul 06:00 WIB sebagai berikut :

  1. Saat ini G. Anak Krakatau mempunyai elevasi tertinggi 156.9 m dpl, dicirikan oleh karakter erupsi magmatik/freatik berupa erupsi eksplosif/letusan lemah berupa abu atau asap putih uap air.
  2. Secara visual G. Anak Krakatau, pasca periode erupsi intensif sejak Juni 2018 - 9 Januari 2019, masih sesekali mengeluarkan letusan asap putih uap air dengan tinggi kolom asap maksimal mencapai 1000 m di atas puncak. Pengamatan energi tremor cenderung menurun walaupun berfluktuatif serta tidak memperlihatkan indikasi deformasi yang signifikan pada tubuh gunungapi.
  3. Dengan kondisi saat ini, potensi erupsi yang paling memungkinkan adalah letusan abu - uap air/strombolian.
  4. Hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 25 Maret 2019, tingkat aktivitas G. Anak Krakatau cenderung menurun walaupun berfluktuasi kecil. Potensi erupsi masih ada namun dengan intensitas yang kecil dibandingkan periode erupsi Desember 2018 dan sebaran material hasil erupsi yang membahayakan hanya tersebar pada radius 2 km dari kawah aktif G. Anak Krakatau.

Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 25 Maret 2019, maka tingkat aktivitas G. Anak Krakatau diturunkan dari LEVEL III  (Siaga) menjadi LEVEL II (Waspada) terhitung tanggal 25 Maret 2019 pukul 12.00 WIB.

Rekomendasi pada tingkat aktivitas Level II (WASPADA) ini adalah agar masyarakat/pengunjung/wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 2 Km dari kawah aktif G. Anak Krakatau, yaitu di dalam pulau G. Anak Krakatau.

Demikian disampaikan, Atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

Sumber Data:
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

Letusan Freatik G. Merapi

Perkembangan Aktivitas Vulkanik G. Sinabung 2 Agustus 2017

Press Release Erupsi Gunung Agung 21 April 2019

Peningkatan Tingkat Aktivitas G. Dempo

Letusan Gunung Api Sinabung, Jumat 6 April 2018

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM