Press Release
LETUSAN FREATIK KEMBALI TERJADI DI KAWAH SILERI TANGGAL 8 APRIL 2018

Minggu, 08 April 2018 23:25:35 WIB

Image

Kawah sileri yang terletak di Gunungapi Dieng, dengan posisi geografi di wilayah Kecamatan.Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, telah mengalami kejadian letusan freatik di kawah ini. Diantaranya pada tanggal pada tanggal 2 Juli 2017 letusan freatik terjadi pada pukul 11:54:24 WIB, mengeluarkan matrial lumpur setinggi 150 m jarak lontaran sejauh 50 meter dari bibir kawah ke arah selatan dan utara. Kemudian pada tanggal 1 April 2018 pukul 13:42:55 WIB, terjadi letusan freatik di kawah Sileri, yang mengeluarkan semburan lumpur dengan tinggi sekitar 150 m. Pada tanggal 8 April 2018 Pukul 11:21:03 WIB kembali terjadi letusan freatik dengan ketinggian sekitar 50 meter dan material yang di semburkan sekitar 20 meter dari bibir kawah ke arah timur.

Hasil pemantuan di lapangan
Hasil pemantuan di lapangan menunjukan letusan freatik berupa semburan lumpur dengan tinggi sekitar 50 m, dengan sebaran material lumpur sejauh sekitar 20 m, ke arah timur dari pusat letusan freatik di Kawah Sileri. Dari hasil pengukuran gas di sekitar Kawah Sileri tidak terdeteksi gas berbahaya. Gas CO2 0.04%vol (di bawah ambang batas normal 0.5%vol), sedangkan GAS H2S dan SO2 tidak terdeteksi.

Pemantuan Instrumental

  • Visual

Dari pemantauan kamera CCTV di Kawah Sileri merekam kejadian letusan freatik pada pukul 11:21:29 WIB. Saat terjadinya letusan teramati keluarnya asap berwarna putih tebal dengan tekanan asap kuat dan ketinggian sekitar 50 m dari permukaan kawah. Daerah terdampak pasca kejadian letusan freatik yang memperlihatkan material lumpur terendapkan hingga jarak sekitar 20 meter dari bibir kawah ke arah timur.

  • Kegempaan
Pemantauan menggunakan Seismograf digital merekam terjadinya gempa letusan freatik pada pukul 11:21:03 WIB (Stasiun Sileri) dengan Amplitudo maksimum 9.5 mm, lama gempa 16.18 detik. Kegempaan sebelum terjadinya letusan freatik ini tidak terekam adanya gempa-gempa vulkanik maupun tektonik secara signifikan yang mengawalinya. Pada tanggal 7 April seismograf hanya merekam 1 kali jenis gempa Tektonik Lokal.
  • Suhu

Pemantauan suhu secara Telemetri (TLR) di Kawah Sileri merekam data pada tanggal 8 April 2018 dari pukul 00:02:56 hingga 15:03:14 WIB, meningkat dari 71.5˚C menjadi 76.3˚C (sensor Ch.1); dan dari 71.8˚C menjadi 81.1˚C (sensor Ch.2). Peningkatan suhu air Kawah Sileri ini telah terdeteksi sejak tanggal 3 April 2018, yaitu dari 48.8˚C menjadi 58.8˚C pada tanggal 6 april 2018 yang diukur secara manual. Peningkatan suhu kawah pada tanggal 6 April 2018 tersebut telah dikoordinasikan dengan PT Waterboom DQIANO sebagai pengelola wisata untuk kesiapsiagaan dan kewaspadaan.


Tindak Lanjut
Setelah terpantaunya kejadian letusan freatik di Kawah Sileri tersebut, pengamat gunungapi Dieng segera melakukan pemeriksaan area terdampak di sekitar Kawah Sileri, serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait : BPBD Banjarnegara, KORAMIL Batur, POLSEK Batur, PEMDA Kabupaten Banjarnegara, Relawan, dan PT Waterboom DQIANO.


Rekomendasi

  1. Masyarakat dan wisatawan tidak mendekati Kawah Sileri pada jarak 200 meter dari bibir kawah.
  2. Masyarakat agar tetap tenang tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas Gunungapi Dieng dan agar selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah.
  3. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan BPBD Kab Banjarnegara, BPBD Wonosobo, serta BPBD Kab. Batang agar selalu berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi atau melalui Pos Pengamatan Gunungapi Dieng di Desa Karangtengah, kec. Batur, kab. Banjarnegara, Telp 082330123236, tentang aktivitas Gunungapi Dieng.


Sumber: Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian ESDM









Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM