Laporan Aktivitas
Level II (Waspada)
Ili Lewotolok, Selasa - 24 Januari 2023, periode 00:00-24:00 WITA

Dibuat oleh, Amirudin Jaafar MS, A.Md


Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kab\Kota Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl

Ili Lewotolok, Selasa - 24 Januari 2023
Pengamatan Visual

Gunung api tertutup Kabut 0-I hingga tertutup Kabut 0-II. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100-200 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara.

Keterangan Lainnya

Dentuman Disertai Gemuruh Lemah serta Terlihat Lontaran Lava Pijar Setinggi 100 - 200 MDPK Mengarah Ke Arah Timur dan Tenggara Di Malam Hari

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara sekitar 24.7-34.4°C. Kelembaban 63.7-84.9%.

Pengamatan Kegempaan

27 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 13.7-34.9 mm, dan lama gempa 26.2-48.1 detik.


37 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.1-16.5 mm, dan lama gempa 12.5-57 detik.


3 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 2.5-10.6 mm, S-P 1.13-1.23 detik dan lama gempa 10.4-23.9 detik.


2 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 1-10.6 mm, S-P 12.6-14.7 detik dan lama gempa 28-118.4 detik.


Rekomendasi

(1) Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dan awan panas dari bagian timur puncak/kawah G. Ili Lewotolok.
(2) Untuk menghindari gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya yang disebabkan oleh abu vulkanik maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok dapat menggunakan masker pelindung mulut dan hidung serta perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
(3) Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah/aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi terutama di saat musim hujan.