Laporan Aktivitas
Level III (Siaga)
Ili Lewotolok, Jumat - 23 September 2022, periode 06:00-12:00 WITA

Dibuat oleh, Amirudin Jaafar MS, A.Md


Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kab\Kota Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl

Ili Lewotolok, Jumat - 23 September 2022
Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100-250 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat dan barat laut.

Keterangan Lainnya

Nihil

Klimatologi

Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah barat dan barat laut. Suhu udara sekitar 23-32.4°C. Kelembaban 60.6-90%.

Pengamatan Kegempaan

2 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 1.5-2.4 mm, dan lama gempa 19-23 detik.


1 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 4.3 mm, S-P 1.1 detik dan lama gempa 16 detik.


1 kali gempa Tektonik Lokal dengan amplitudo 1.4 mm, S-P 6.5 detik dan lama gempa 40 detik.


1 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 2 mm, S-P 48.35 detik dan lama gempa 132.2 detik.


Rekomendasi

[1] Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh maka hingga 21 September 2022 tingkat aktivitas Gunungapi Ili Lewotolok tetap pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.
[2] Dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga), direkomendasikan agar Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok, radius 3.5 km untuk sektor tenggara, radius 4 km untuk sektor timur dan timurlaut. Masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/Longsoran lava dan Awan Panas Dari Bagian Timur Puncak / Kawah G. Ili Lewotolok
[3] Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
[4] Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling G. Ili Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar terutama di saat musim hujan.
[5] Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi G. Ili Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).
[6] Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.
[7] Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.