Laporan Aktivitas
Level III (Siaga)
Ili Lewotolok, Sabtu - 06 Agustus 2022, periode 06:00-12:00 WITA

Dibuat oleh, Fransiskus Desales Molo, A.Md.


Gunung Api Ili Lewotolok terletak di Kab\Kota Lembata, Nusa Tenggara Timur dengan posisi geografis di Latitude -8.272°LU, Longitude 123.505°BT dan memiliki ketinggian 1423 mdpl

Ili Lewotolok, Sabtu - 06 Agustus 2022
Pengamatan Visual

Gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-I. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis tinggi sekitar 100-300 meter dari puncak. Cuaca cerah, angin lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara.

Keterangan Lainnya

Nihil

Klimatologi

Cuaca cerah, angin lemah hingga kencang ke arah timur dan tenggara. Suhu udara sekitar 19.6-30.4°C. Kelembaban 70.4-81.9%.

Pengamatan Kegempaan

16 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 2.2-14.3 mm, dan lama gempa 22-37 detik.


3 kali Tremor Non-Harmonik dengan amplitudo 3.2-5.6 mm, dan lama gempa 73-207 detik.


8 kali gempa Vulkanik Dangkal dengan amplitudo 1.7-39.4 mm, dan lama gempa 6-27 detik.


2 kali gempa Vulkanik Dalam dengan amplitudo 8.3-11 mm, S-P 2.6-3 detik dan lama gempa 26-32 detik.


1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5 mm, dominan 0.5 mm.


Rekomendasi

[1] Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi secara menyeluruh maka tingkat aktivitas Gunungapi Ili Lewotolok masih berada pada Level III (Siaga) dengan rekomendasi baru yang disesuaikan dengan potensi ancaman bahaya terkini.
[2] Dalam tingkat aktivitas Level III (Siaga), direkomendasikan agar Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak/kawah G. Ili Lewotolok, radius 3.5 km untuk sektor tenggara, radius 4 km untuk sektor timur dan timurlaut. Masyarakat Desa Lamawolo, Desa Lamatokan, dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman lontaran lava pijar, aliran dan guguran lava pijar, awan panas serta lahar panas dari bagian timur puncak/kawah G. Ili Lewotolok
[3] Mengingat potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan (ISPA) maupun gangguan kesehatan Iainnya maka masyarakat yang berada di sekitar G. Ili Lewotolok agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut maupun perlengkapan lain untuk melindungi mata dan kulit.
[4] Mengingat abu vulkanik hingga saat ini jatuh di beberapa sektor di sekeliling G. Ili Lewotolok maka masyarakat yang bermukim di sekitar aliran sungai-sungai yang berhulu di puncak G. Ili Lewotolok agar mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar terutama di saat musim hujan.
[5] Seluruh masyarakat maupun instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan status maupun rekomendasi G. Ili Lewotolok setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dapat diakses melalui website https://magma.esdm.go.id atau melalui aplikasi Android MAGMA Indonesia yang dapat diunduh di Google Play. Para pemangku kepentingan di sektor penerbangan dapat mengakses fitur VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation).
[6] Seluruh pihak agar menjaga kondusivitas suasana di Pulau Lembata, tidak menyebarkan narasi bohong (hoax) dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi G. Ili Lewotolok yang tidak jelas sumbernya.
[7] Pemerintah Daerah, BPBD Provinsi dan Kabupaten agar senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Ili Lewotolok di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi di Bandung.