Laporan Singkat Gerakan Tanah

Laporan Tanggapan Gerakan Tanah di Waiwerang Kota, Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur

Dibuat oleh Agus Budianto, Ir., 05 April 2021 pukul 05:49:32 WIB

Lokasi dan Waktu Kejadian

Gerakan tanah terjadi di Waiwerang Kota, Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 2021-04-05 pukul 05:49:32 WITA. Secara Geografis, lokasi kejadian gerakan tanah terletak pada posisi -8.3857489 LU dan 123.161861 BT.

Rekomendasi


a) Masyarakat yang tinggal di sepadan/bantaran sungai agar mewaspadai potensi banjir bandang/lahar/aliran bahan rombakan;
b) Penduduk yang bermukim di bawah longsoran serta pemukiman yang rusak terlanda banjir bandang/aliran lahar/aliran bahan rombakan dan longsoran sebaiknya mengungsi ke tempat yang lebih aman;
c) Tidak mengembangkan permukiman mendekat ke arah lereng terjal dan pada jalur air/ alur sungai;
d) Berdasarkam peta rupabumi banyak dijumpai pemukiman yang berada pada alur sungai sehingga harus waspada jika curah hujan yang tinggi.
e) Melestarikan pepohonan kuat berakar dalam terutama pada lereng terjal guna mempertahankan kestabilan lereng dan mencegah erosi air permukaan.
f) Meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk lebih mengenal dan memahami gerakan tanah dan gejala-gejala yang mengawalinya sebagai upaya mitigasi bencana gerakan tanah;
g) Masyarakat setempat dihimbau untuk selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah / BPBD setempat.

Foto Kejadian dan Sosialisasi
Informasi Gerakan Tanah
Tipe Gerakan Tanah
Aliran
Dampak Gerakan Tanah

10 korban meninggal dunia

4 korban luka-luka


Kondisi Daerah Bencana
Morfologi
Secara umum lokasi gerakan tanah ini merupakan daerah pedataran, perbukitan yang memiliki kemiringan lereng Agak miring (gently slope) : 2º - 4º, Sangat curam (very steep) : 35º - 55º
Geologi
Berdasarkan peta geologi, lokasi bencana tersusun oleh formasi Formasi Kiru. Jenis Batuan di antaranya adalah Tanah pe;apukan vulkanik Tua. Jenis Pelapukan berupa Tanah pelapukan dari Lava, Breksi, dan batupasir gampingan.
Keairan
Keairan di lokasi gerakan tanah berupa Sungai.
Tata Guna Lahan
Tata Guna Lahan di lokasi gerakan tanah ini berupa Pemukiman, Jalan, Kebun Campuran, Hutan, Semak Belukar, Tegalan.
Kerentanan
Berdasarkan Peta Potensi Gerakan Tanah yang dikeluarkan Badan Geologi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi pada bulan ini, lokasi bencana berada pada Zona Potensi Gerakan Tanah Menengah. Yang artinya daerah ini memiliki potensi menengah untuk terjadi gerakan tanah.

Faktor Penyebab Gerakan Tanah
Curah Hujan Yang Tinggi
Pelapukan
Kontak Batuan
Kemiringan Lereng
Lainnya : Longsoran Berubah Menjadi Aliran Rombakan, Dan Pemukiman Berada Dalam Alur Mulut Lembah Sungai Dari Morfologi Tangakapan Hujan Lokal Yang Terjal Ke Morfologi Landai

Anggota Tim
Sumaryono, Dr. S.T., M.Eng.
M. Nizar Firmansyah, S.T., M.T.