Tanggapan Kejadian
52 km Barat Daya BENGKULU SELATAN

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 18 November 2020 pukul 18:37:54 WIB

5.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Pos Pengamatan Gunungapi Dempo III MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, 18 November 2020, pukul 18:37 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 102,71° BT dan 4,88° LS (52 km baratdaya Bengkulu Selatan) dengan magnitudo M5,2 pada kedalaman 38 km. GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 103,02° BT dan 4,59° LS dengan kekuatan 4,8 mb dan kedalaman 79 km. The United States Geological Survey (USGS), Amerika, menginformasikan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 102,837° BT dan 4,739° LS, dengan magnitudo M4,7 pada kedalaman 82,5 km


Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh penunjaman Sunda di sebelah Barat P. Sumatera, Sesar mentawai, dan sesar Besar Sumatera. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa adalah pesisir barat Bengkulu. Secara litologi wilayah pesisir barat Bengkulu pada umumnya tersusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter dan Formasi Bintunan yang terdiri dari konglomerat aneka bahan, breksi, batugamping terumbu, batulempung tufan, berbatuapung, kayu terkersikkan berumur Pliatosen. Guncangan gempa bumi pada umumnya akan dirasakan lebih kuat pada wilayah yg disusun oleh batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, sumber gempa bumi berada pada Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi yang terjadi disebut juga gempa bumi intraslab.


Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan Gunungapi Dempo (Pagar Alam, Kab. Lahat, Sumatera Selatan), guncangan gempa bumi dirasakan di lokasi tersebut dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli intensity). Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi terkait kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM