Tanggapan Kejadian
22,9 km barat daya Sumba Barat Daya

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 18 November 2020 pukul 06:04:40 WIB

5.1 SR Tidak berpotensi Tsunami

Tambolaka III-IV MMI, Bima III MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu tanggal 18 November 2020 pukul 06:04 WIB. Berdasarkan data dari BMKG lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 119,02° BT dan 9,5° LS, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 22,9 km barat daya Kota Tambolaka (ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur). Menurut data USGS Amerika Serikat lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 119,013° BT dan 9,543° LS, dengan magnitudo (M4,4) pada kedalaman 61,6 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat di daerah Kabupaten Sumba Barat Daya. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Tersier yang terdiri-dari batuan sedimen, batugamping dan batuan rombakan gunung api, serta endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan pantai dan endapan aluvial. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan akan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas zona penunjaman antara lempeng Indo-Australia dan mikro kontinen di sekitar Pulau Sumba yang terbentuk pada akhir Jaman Kapur. Mekanisme pada zona penunjaman tersebut pada umumnya berupa sesar naik berarah barat – timur. Zona penunjaman tersebut membentang mulai dari barat Pulau Sumatera, selatan Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.


Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data dari BMKG guncangan gempa bumi terasa di daerah Kabupaten Sumba Barat Daya pada skala III – IV MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.


a. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai gempa bumi dan tsunami.
b. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM