Tanggapan Kejadian
49 km SUMUR, BANTEN

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 14 November 2020 pukul 22:32:30 WIB

5 SR Tidak berpotensi Tsunami

Cikeusik III MMI, Bayah III MMI, Ciptagelar III MMI, Panggarangan III MMI, Carita II-III MMI, Panimbang II-III MMI, Labuan II-III MMI, Cimanggu II-III MMI, Malimping II-III MMI, Cikotok II MMI, Rangkasbitung II MMI, Sawarna I

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, 14 November 2020, pukul 22:32:30 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 105,14°BT dan 6,74°LS (49 km baratdaya Sumur, Banten) dengan magnitudo M5,0 pada kedalaman 10 km. Berdasarkan informasi dari GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 105,08°BT dan 6,80°LS dengan kekuatan M4,9 dan kedalaman 62 km. The United States Geological Survey (USGS), Amerika, menginformasikan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 105,168°BT dan 6,622° LS, dengan magnitudo M4,7 pada kedalaman 72,2 km.


Pusat gempa bumi berada di sekitar Selat Sunda atau di perairan baratdaya Provinsi Banten (wilayah barat Pulau Jawa). Tatanan tektonik Pulau Jawa dipengaruhi oleh zona tunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan. Kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan melanda wilayah selatan Provinsi Banten yang tersusun oleh batuan sedimen dan Vulkanik berumur Tersier, serta batuan Vulkanik Kuarter. Guncangan gempa bumi akan dirasakan lebih kuat pada daerah yang tersusun batuan Tersier yang terlapukan serta batuan berumur muda yang bersifat urai dan belum kompak sehingga dapat mengamplifikasi guncangan gempa bumi.


Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, kejadian gempa bumi diperkirakan berasosiasi dengan aktifitas intraslab, atau sumber gempa bumi berada pada Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia.


Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Cikesik, Bayah, Ciptageran dan Panggarangan dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity), di Carita, Panimbangan, Labuan, Cimanggu, dan Malimping dengan intensitas II-III MMI, serta di Cikoto, Rangkasbitung dan Sawarna dengan intensitas II MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.


(1) Masyarakat diiimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM