Tanggapan Kejadian
50,5 km selatan Kota Batauga

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 09 Oktober 2020 pukul 09:57:20 WIB

5.4 SR Tidak berpotensi Tsunami

Buton III MMI, Buton Selatan III MMI, Baubau II MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Jumat tanggal 9 Oktober 2020 pukul 09:57:20 WIB. Berdasarkan data dari BMKG lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 122,58° BT dan 6,02° LS, dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 50,5 km selatan Kota Batauga (ibu kota Kabupaten Buton Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara). Menurut data USGS Amerika Serikat lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 122,597° BT dan 6,039° LS, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 11,3 km. Berdasarkan data GFZ Jerman lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 122,65° BT dan 6,08° LS, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 10 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak di perairan selatan Kabupaten Buton Selatan. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Tersier yang terdiri-dari batuan sedimen dan batugamping serta endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan pantai dan endapan aluvial. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan akan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan sesar aktif di selatan perairan Kabupaten Buton Selatan. Berdasarkan data bathymetri terlihat adanya kelurusan berarah barat laut – tenggara di sekitar lokasi pusat gempa bumi.


Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi di daerah pantai selatan Kabupaten Buton diperkirakan pada skala III – IV MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup untuk memicu terjadinya tsunami.


a. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai gempa bumi dan tsunami.
b. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM