Tanggapan Kejadian
140,9 km Tenggara Kota Waingapu

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 07 Oktober 2020 pukul 13:50:13 WIB

5.1 SR Tidak berpotensi Tsunami

Waingapu II MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu tanggal 7 Oktober 2020, pukul 13:50:13 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 10,61°LS dan 121,11°BT, berjarak sekitar 140,9 km Tenggara Kota Waingapu (Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur), dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 29 Km. Menurut informasi USGS, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 10,497°LS dan 120,926°BT, dengan magnitudo (M 4,9) pada kedalaman 51,6 km. Menurut data GFZ, Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 10,50°LS dan 121,01°BT, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 52 Km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak di perairan tenggara Kabupaten Sumba Timur. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Tersier yang terdiri-dari batuan sedimen, batugamping dan batuan rombakan gunung api, serta endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan pantai dan endapan aluvial. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan akan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas zona penunjaman antara lempeng Indo-Australia dan mikro kontinen di sekitar Pulau Sumba yang terbentuk pada akhir Jaman Kapur. Mekanisme dari aktivitas penunjaman pada umumnya adalah sesar naik. Zona penunjaman tersebut membentang mulai dari barat Pulau Sumatera, selatan Pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara.


Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi di daerah pantai tenggara Kabupaten Sumba Timur diperkirakan pada skala II – III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun tidak memicu deformasi pada morfologi laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.


a. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai gempa bumi dan tsunami.
b. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM