Tanggapan Kejadian
251 km barat daya Kota Waikabubak

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 28 September 2020 pukul 10:44:56 WIB

5.3 SR Tidak berpotensi Tsunami

Gempa bumi terjadi pada hari Senin tanggal 28 September 2020 pukul 10:44:56 WIB. Berdasarkan data dari BMKG lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 117,94° BT dan 11,4° LS, dengan magnitudo (M5,3) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 251 km barat daya Kota Waikabubak (ibu kota Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur) serta berjarak sekitar 261,3 km barat daya Kota Tambolaka (ibu kota Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi Nusa Tenggara Timur). Menurut data The United States Geological Survey (USGS) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 117,989° BT dan 11,504° LS, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 10 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak di perairan selatan Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Barat. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Tersier yang terdiri-dari batuan sedimen, batugamping dan batuan rombakan gunung api serta endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan pantai dan endapan aluvial. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan akan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas zona outer rise. Mekanisme gempabumi pada sumber ini pada umumnya sesar normal.


Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi di daerah pantai selatan Kabupaten Sumba Barat Daya diperkirakan pada skala II – III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena meskipun pusat gempa bumi terletak di laut, namun tidak memicu deformasi pada morfologi laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.


a. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai gempa bumi dan tsunami.
b. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM