Tanggapan Kejadian
145,3 km barat laut Kota Jailolo

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 19 September 2020 pukul 01:43:31 WIB

5.1 SR Tidak berpotensi Tsunami

HALMAHERA BARAT III-IV MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, tanggal 19 September 2020, pukul 01:43:31 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 126,84° BT dan 2,24° LU, dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 145,3 km barat laut Kota Jailolo (ibu kota Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara). Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 126,802° BT dan 2,39° LU, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 22,3 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,9° BT dan 2,5° LU, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 40 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut dan guncangan gempa bumi melanda wilayah Kabupaten Halmahera Barat. Wilayah tersebut disusun oleh endapan Kuarter berupa endapan pantai, aluvial/ sungai, dan batuan rombakan gunung api muda. Sebagian batuan rombakan gunung api muda tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan terhadap guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman, dan data mekanisme sumber dari GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas penunjaman ganda Punggungan Mayu Talaud dengan mekanisme sesar naik berarah utara timur laut – selatan barat daya. Punggungan Mayu Talaud tersebut membentang di timur Sulawesi Utara dan barat Pulau Halmahera yang berarah relatif utara – selatan.


Hingga tanggapan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi terasa di wilayah Kabupaten Halmahera Barat diperkirakan pada skala III-IV MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena walaupun pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.


(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang kekuatannya lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM