Tanggapan Kejadian
8,7 km barat laut Kota Tobadak, Mamuju Tengah

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 13 September 2020 pukul 23:59:58 WIB

5.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Majene III-IV MMI, Mamuju IV-V MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu tanggal 13 September 2020 pukul 23:59:58 WIB. Berdasarkan data dari BMKG lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 119,24° BT dan 2,03° LS, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 8,7 km barat laut Kota Tobadak (ibu kota Kabupaten Mamuju Tengah, Provinsi Sulawesi Barat). Menurut data USGS lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 119,238° BT dan 2,09° LS, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 23,2 km. Berdasarkan data GFZ lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 119,22° BT dan 2,15° LS, dengan magnitudo (M4,9) pada kedalaman 10 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat dan guncangan gempa bumi melanda daerah Kabupaten Mamuju Tengah dan sekitarnya. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Pra Tersier (batuan beku, metamorf), Tersier (batuan sedimen, batuan gunung api) serta endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan aluvial sungai, rombakan banjir bandang. Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan akan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di daerah sekitar lokasi pusat gempa bumi.


Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di terasa di daerah Mamuju dan Mamuju Tengah pada skala IV-V MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.


a. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai gempa bumi dan tsunami.
b. Masyarakat agar menghindari bangunan yang diperkirakan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi tersebut.
c. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM