Tanggapan Kejadian
63 km BaratDaya PACITAN-JATIM

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 10 September 2020 pukul 15:27:02 WIB

5.1 SR Tidak berpotensi Tsunami

Sawahan II-III MMI, Nganjuk II-III MMI, Magetan II-III MMI, Trenggalek II-III MMI, Pacitan II-III MMI, Bantul II-III MMI, Wonogiri II-III MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, 10 September 2020, pukul 15:27 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 110,89° BT dan 8,71° LS (63 km baratdaya Pacitan, Jawa Timur) dengan magnitudo M5,1 pada kedalaman 31 km. Berdasarkan informasi dari GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 110,75°BT dan 8,85°LS dan dengan magnitudo M5,1 dan kedalaman 103 km. The United States Geological Survey , Amerika Serikat melaporkan bahwa pusat gempa bumi berada pada koordinat dan 110,802°BT dan 8,864°LS dengan magnitudo M 5,0 dan kedalaman 98,3 km.


Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di selatan Pulau Jawa bagian tengah. Kegempaan di wilayah ini sangat dipengaruhi oleh Penunjaman Sunda (Lempeng Indo-Australia menunjam ke bawah Lempeng Eurasia) di selatan Pulau Jawa. Daerah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi yaitu pesisir selatan Pulau Jawa bagian tengah yang pada umumnya disusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter, dan sebagian kecil batuan sedimen dan karbonat berumur Tersier. Guncangan gempa bumi akan terasa kuat pada batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan dapat memperkuat efek guncangan.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, sumber gempa bumi berada pada Lempeng Indo-Australia yang menunjam di bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi yang terjadi disebut juga gempa bumi intraslab.


Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Sawahan, Nganjuk, Magetan, Trenggalek, Pacitan, Bantul, dan Wonogiri dengan intensitas II-III MMI (Modified Mercalli Intensity). Gempa bumi ini tidak memicu tsunami karena walaupun berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk membangkitkan tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan terkait kerusakan atau korban jiwa akibat gempa bumi ini.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM