Tanggapan Kejadian
25,2 km utara – timur laut Kota Melonguane

Tanggapan dibuat oleh Haunan Afif, S.Si., 09 September 2020 pukul 10:41:18 WIB

5.4 SR Tidak berpotensi Tsunami

Melonguane III-IV MMI

Telah terjadi dua kejadian gempa bumi tektonik di Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara tanggal 9 September 2020. Gempa bumi pertama terjadi pada pukul 10:41 WIB dengan magnitudo (M5,4). Gempa bumi kedua terjadi pada hari Rabu tanggal 9 September 2020 pukul pukul 14:18:40 WIB. Menurut informasi dari BMKG lokasi pusat gempa bumi berada di darat pada koordinat 4,22 °LU dan 126,78°BT, dengan magnitudo (M5,7) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 25,2 km utara – timur laut Kota Melonguane (ibu kota Kabupaten Talaud, Provinsi Sulawesi Utara). Berdasarkan data USGS Amerika Serikat lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 126,694°BT dan 4,112°LU dengan magnitudo (M5,6) pada kedalaman 26 km. Menurut data dari GFZ Jerman lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 4,17°LU dan 126,67°BT, dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 35 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Talaud. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri – dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan akibat aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu. Jenis mekanisme pada sumber gempa bumi ini pada umumnya merupakan sesar naik yang berarah relatif utara – selatan. Kejadian gempa bumi pertama dan kedua ini diperkirakan masih pada sumber yang sama.


Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi di daerah Kabupaten Talaud diperkirakan pada skala III-IV MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut namun energinya tidak cukup untuk mengakibatkan terjadinya deformasi bawah laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.


(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar menghindari bangunan yang diperkirakan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa bumi tersebut.
(3) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM