Tanggapan Kejadian
39,2 km selatan Banda Naira

Tanggapan dibuat oleh Haunan Afif, S.Si., 08 September 2020 pukul 07:45:21 WIB

6.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Sorong III MMI, Ambon II-III MMI, Kairatu II-III MMI, Banda II-III MMI, Manokwari II-III MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa tanggal 8 September 2020 pukul 09:45:21 WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Banda pada koordinat 4.86°LS dan 129.82°BT dengan magnitudo (M6.2) pada kedalaman 193 km dan berjarak sekitar 39,2 km selatan Banda Naira (Pusat Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku). Berdasarkan informasi dari USGS, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 4.901°LS dan 129.762°BT dengan magnitudo (M5.9) pada kedalaman 174,4 km. Menurut informasi dari GFZ, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 129.77°BT dan 4.88°LS dengan magnitudo (M6.0) dan kedalaman 192 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Daerah tersebut pada umumnya disusun oleh endapan Kuarter terdiri – dari endapan pantai, sungai dan batuan rombakan gunung api muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunung api muda yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng di Laut Banda yang terbentang mulai dari timur selatan pulau Timor, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok hingga utara Pulau Seram. Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempabumi penunjaman di Laut Banda diperkirakan pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang bisa dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.


Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi dirasakan pada daerah cukup luas karena lokasi pusat gempa bumi dalam dan kekuatannya (M6,2). Guncangan gempa bumi di Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah diperkirakan pada skala III-IV MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut informasi BMKG guncangan gempa bumi terasa di Kota Ambon, Sorong dan Manokwari pada skala III MMI. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.


(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM