Tanggapan Kejadian
86,5 km timur laut kota Arso, Kab. Keerom

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 07 September 2020 pukul 03:51:46 WIB

5.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Jayapura II-III MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Senin tanggal 7 September 2020 pukul 03:51:46 WIB. Menurut data BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 3.46°LS dan 140.29°BT dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 92 km, berjarak sekitar 86,5 km timur laut kota Arso yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Berdasarkan data USGS, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 140,312°BT dan 3,759°LS, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 64 km. Menurut informasi dari GFZ, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 3,66°LS dan 140,24°BT, pada kedalaman 90 km dengan magnitudo (M 5,0).


Lokasi pusat gempa bumi terletak di daerah Kabupaten Keerom. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh morfologi perbukitan, lembah dan dataran. Daerah tersebut tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (batuan metamorf, meta sedimen), Tersier (batuan sedimen) dan sebagian endapan Kuarter yang terdiri – dari endapan sungai. Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsor bila dipicu guncangan gempabumi kuat di daerah Kabupaten Keerom.


Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas zona penunjaman Papua yang terletak di utara Papua. Jenis mekanisme sesar pada zona penunjaman tersebut pada umumnya merupakan sesar naik berarah barat barat laut hingga timur tenggara. Kejadian gempa bumi ini memperlihatkan bahwa zona penunjaman Papua masih aktif.


Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di Kabupaten Keerom diperkirakan pada skala II - III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.


1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPBD setempat, dan tidak terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM