Tanggapan Kejadian
89 km TimurLaut NIASSELATAN-SUMUT

Tanggapan dibuat oleh Merry Christina Natalia, S.T., 27 Juli 2020 pukul 05:01:23 WIB

5 SR Aek Godang II MMI Tidak berpotensi Tsunami

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, 27 Juli 2020, pukul 05:01 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 98,61° BT dan 0,67° LU (89 km timur laut Nias Selatan, Sumatera Utara), dengan magnitudo M5,0 pada kedalaman 10 km. Berdasarkan GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 98,64° BT dan 0,64° LU, dengan magnitudo M 4,9 pada kedalaman 64 km. The United States Geological Survey (USGS), Amerika, menginformasikan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 98,584° BT dan 0,525° LU, dengan magnitudo M 5,0 pada kedalaman 50,3 km.


Pusat gempa bumi berada di perairan barat pulau Sumatra. Berdasarkan tatanan tektonik Pantai Barat Sumatera dipengaruhi oleh zona penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Sumatera. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi adalah wilayah Kepulauan Batu, Pulau Nias dan pesisir barat Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kepulauan barat Sumatera (Kep. Batu dan P. Nias) pada umumnya disusun oleh batuan tua atau berumur Pra-Tersier hingga Tersier. Wilayah pesisir barat Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada umumnya disusun oleh batuan sedimen berumur Kuarter. Batuan berumur Kuarter serta batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, belum kompak sehingga bersifat memperkuat efek guncangan gempa bumi.


Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi ini merupakan gempa bumi interface yang terjadi pada bidang gesek antara kedua lempeng tersebut.


Intensitas guncangan gempa bumi terbesar akan dirasakan di wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi, kemudian intensitasnya semakin melemah seiring bertambahnya jarak dengan pusat gempa bumi. Berdasarkan BMKG, gempabumi ini dirasakan dengan intensitas II MMI di Aek Godang. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk menyebabkan deformasi di bawah laut. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi terkait kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM