Tanggapan Kejadian
296,8 km barat kota Tahuna

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 24 Juli 2020 pukul 19:46:26 WIB

5 SR Kab. Sangihe II – III MMI Tidak berpotensi Tsunami

Gempa bumi terjadi pada hari Jumat tanggal 24 Juli 2020 pukul 19:46:26 WIB. Menurut data Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Sulawesi pada koordinat 3,93°LU dan 122,83°BT dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 553 km, berjarak sekitar 296,8 km barat kota Tahuna (ibu kota Kabupaten Sangihe), Provinsi Sulawesi Utara. The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat melaporkan bahwa lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 122,743°BT dan 4,110°LU dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 583,2 km. Menurut data GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 4,04° LU dan 122,75° BT dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 574 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak lebih dekat dengan daerah Kabupaten Sangihe. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri – dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi yang telah mengalami pelapukan bersifat lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi terjal yang tertutup oleh batuan rombakan gunungapi yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah bila dipicu guncangan gempabumi kuat di daerah Kabupaten Sangihe.


Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu. Mekanisme kejadian gempabumi dari sumber ini pada umumnya merupakan sesar naik yang berarah relatif utara – selatan.


Hingga tanggapan ini dibuat belum ada laporan korban jiwa dan kerusakan akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi di daerah Kabupaten Sangihe diperkirakan pada skala II – III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, karena energinya tidak cukup untuk mengakibatkan terjadinya deformasi bawah laut.


a. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, dan tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
b. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa susulan yang kekuatannya semakin mengecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM