Tanggapan Kejadian
133.4 km utara Kota Ruteng, NTT

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 15 Juli 2020 pukul 06:33:58 WIB

5.5 SR Kab. Kepulauan Selayar dan utara Kab. Manggarai III MMI Tidak berpotensi Tsunami

Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Rabu tanggal 15 Juli 2020 pukul 06:33:58 WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Flores pada koordinat 7,40°LS dan 120,53°BT dengan magnitudo 5,5 pada kedalaman 600 km dan berjarak sekitar 133,4 km utara Kota Ruteng (ibu kota Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT) serta 144,6 km selatan Kota Benteng (ibu kota Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan). Berdasarkan informasi dari The United State of Geological Survey (USGS), lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7,24°LS dan 120,45°BT dengan magnitudo 5,7 pada kedalaman 599,1 km. Menurut informasi dari GeoForschungsZentrum Postdam (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 120,46°BT dan 7,22°LS dengan magnitudo 5,3 dan kedalaman 599 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Flores. Wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi adalah Pulau Flores bagian utara yaitu Kabupaten Ruteng, Provinsi NTT dan Kabupaten Kepulauan Selayar, Provinsi Sulawesi Selatan. Wilayah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Tersier yang terdiri-dari batuan sedimen, batugamping dan batuan gunung api serta endapan Kuarter yang terdiri-dari endapan pantai dan endapan aluvial. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan akan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya dan data mekanisme sumber dari USGS, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng Indo-Australia terhadap lempeng Eurasia yang terletak di selatan Nusa Tenggara, dengan mekanisme gempa bumi memperlihatkan mekanisme sesar normal. Kejadian gempa bumi ini memperlihatkan bahwa jalur penunjaman di Laut Flores masih terjadi hingga kedalaman sekitar 600 km.


Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Selayar dan bagian utara Kabupaten Ruteng diperkirakan pada skala III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena meskipun pusat gempa bumi terletak di laut, namun sangat dalam dan magnitudonya tidak besar sehingga tidak memicu terjadinya tsunami.


a. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai gempa bumi dan tsunami.
b. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM