Tanggapan Kejadian
121 km baratdaya Banda Aceh

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 13 Juli 2020 pukul 07:58:46 WIB

5.5 SR Banda Aceh III MMI, Sabang dan Sigli II MMI Tidak berpotensi Tsunami

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, 13 Juli 2020, pukul 07:58 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 94,32° BT dan 5,12° LU (121 km baratdaya Banda Aceh, Aceh), dengan magnitudo M5,5 pada kedalaman 10 km. The United States Geological Survey, Amerika Serikat, menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 94,201° BT dan 5,145° LS pada kedalaman 35,0 km dengan magnitudo M5,0. GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 94,13° BT dan 5,14° LU dengan magnitudo M5,0 dan kedalaman 10 km.


Pusat gempa bumi berada di laut, di perairan barat Provinsi Aceh. Kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh penunjaman Sunda di sebelah Barat P. Sumatera, Sesar mentawai, dan sesar Besar Sumatera. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa adalah wilayah Aceh Baratdaya. Secara litologi daerah tersebut disusun oleh batuan sedimen (Alluvium) Kuarter yang mendominasi pedataran di bagian pesisir barat dan batuan malihan tua (Pra-Tersier) yang mendominasi wilayah perbukitan. Guncangan gempa bumi pada umumnya akan dirasakan lebih kuat pada wilayah yg disusun oleh batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.


Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi ini merupakan gempa bumi interface yang terjadi pada bidang gesek antara kedua lempeng tersebut.


Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Banda Aceh dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity), serta di Sabang dan Sigli dengan intensitas II MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena walaupun gempa bumi berpusat di laut, energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi terkait kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM