Tanggapan Kejadian
150 km barat laut kota Saumlaki

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 13 Juli 2020 pukul 09:08:13 WIB

5.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Senin tanggal 13 Juli 2020 pukul 09:08:13 WIB. Menurut informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Banda pada koordinat 6.79°LS dan 130.62°BT dengan magnitudo 5.2 pada kedalaman 114 km dan berjarak sekitar 150 km barat laut kota Saumlaki (ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar). Berdasarkan informasi dari The United State of Geological Survey (USGS), lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 6.744°LS dan 130.546°BT dengan magnitudo 4.8 pada kedalaman 105 km. Menurut informasi dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 130.61°BT dan 6.88°LS dengan magnitudo 4.8 dan kedalaman 105 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Daerah tersebut pada umumnya disusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batugamping) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng di Laut Banda yang terbentang mulai dari timur selatan pulau Timor, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok hingga utara Pulau Seram. Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempabumi penunjaman di Laut Banda diperkirakan pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang bisa dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.


Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada laporan tentang kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar diperkirakan pada skala III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami karena meskipun pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.


a. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dan informasi dari pemerintah daerah dan BPPD setempat, serta tidak terpancing isu yang tidak jelas sumbernya mengenai gempa bumi dan tsunami.
b. Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan dengan kekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM