Tanggapan Kejadian
198 km Timur Laut MALUKU BARAT DAYA

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 09 Juli 2020 pukul 23:08:19 WIB

5.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, tanggal 9 Juli 2020, pukul 23:08:19 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak di Laut Banda pada koordinat 128,88° BT dan 6,74° LS, dengan magnitudo 5,2 pada kedalaman 321 km, berjarak 197 km timur laut Daruba kota Tiakur (ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya). Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika, pusat gempa bumi terletak pada koordinat 128,768° BT dan 6,566° LS, dengan magnitudo M 4,6 pada kedalaman 245,9 km.


Wilayah-wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi merupakan pulau-pulau di Kabupaten Maluku Barat Daya, disusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batugamping) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan pantai dan aluvial). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng di Laut Banda yang terbentang mulai dari timur selatan pulau Timor, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok hingga utara Pulau Seram. Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempabumi penunjaman di Laut Banda diperkirakan pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang bisa dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.


Hingga tanggapan ini dibuat belum ada informasi kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Maluku Barat Daya dan diperkirakan pada skala intensitas III MMI (Modified Mercally Intensity). Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun pusat gempa bumi terletak di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.


(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan kekuatannya lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM