Tanggapan Kejadian
88 km Tenggara ENGGANO-BENGKULU

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 10 Maret 2020 pukul 21:06:28 WIB

5.8 SR Liwa IV MMI, Pagar Dewa III MMI, Banjit III MMI, Way Kanan III MMI, Manna II-III MMI, Kaur II-III MMI, Krui II-III MMI, Bengkulu II MMI Tidak berpotensi Tsunami

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, 10 Maret 2020, pukul 21:06 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 102,85° BT dan 5,89° LS (berlokasi 88 km Tenggara Pulau Enggano, Bengkulu), dengan magnitudo M5,8 pada kedalaman 48 km. The United States Geological Survey, Amerika Serikat, menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 102,965° BT dan 5,582° LS pada kedalaman 24,3 km dengan magnitudo M5,5.


Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di sebelah barat daya Pulau Sumatera. Kegempaan di Pulau Sumatera sangat dipengaruhi oleh penunjaman Sunda di sebelah Barat P. Sumatera, Sesar mentawai, dan sesar Besar Sumatera. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa adalah Pulau Enggano dan Pesisir barat Bengkulu. Secara litologi Pulau Enggano disusun oleh batuan sedimen Tersier, dan pantai Bengkulu tersusun oleh konglomerat aneka bahan, breksi, batugamping terumbu dan batugamping klasitik dari Formasi Bintuhan berumur Plio-Plistosen. Guncangan gempa bumi pada umumnya akan dirasakan lebih kuat pada wilayah yg disusun oleh batuan Kuarter serta batuan Tersier yang telah mengalami pelapukan karena bersifat urai, lepas, tidak kompak dan memperkuat efek guncangan.


Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi ini merupakan gempa bumi interface yang terjadi pada bidang gesek antara kedua lempeng tersebut.


Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Liwa dengan intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity), serta di Pagar Dewa, Banjit, Way Kanan, Manna, Kaur, Krui dan Bengkulu dengan intensitas II-III MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena walaupun gempa bumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi terkait kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.


1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM