Tanggapan Kejadian
13 km TimurLaut KAB-SUKABUMI-JABAR

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 10 Maret 2020 pukul 17:18:05 WIB

5 SR Bayah III MMI, Citeko II-III MMI, Sukabumi II-III MMI Tidak berpotensi Tsunami

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, 10 Maret 2020, pukul 17:18 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 106,62° BT dan 6,89° LS (lokasi berjarak 13,5 km timur laut kota Palabuhanratu dan 33,39 km barat kota Sukabumi) dengan magnitudo M5,0 pada kedalaman 10 km. GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 106,47° BT dan 6,97° LS dengan kekuatan 4,6 Mw dan kedalaman 10 km. The United States Geological Survey (USGS), Amerika, menginformasikan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 106,685° BT dan 6,748° LS, dengan magnitudo M5,2 pada kedalaman 25,6 km.


Kondisi geologi di sekitar pusat gempa bumi, pada umumnya tersusun oleh alluvium dan endapan rombakan batuan gunungapi muda berumur Kuarter. Jenis batuan tersebut pada umumnya bersifat lepas, urai dan mengamplifikasi guncangan gempa bumi, sehingga rawan terhadap guncangan gempa bumi.


Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi.


Berdasarkan BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di Cikadang, Ciambar, Cidahu, dan Kelapa Nunggal dengan intensitas IV-V MMI (Modified Mercalli Intensity), serta di Panggarangan, Bayah, dan Citeko dengan intensitas II-III MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat. Hingga tanggapan ini dibuat, Pusdalops BPBD Kab. Bogor dan Sukabumi menginformasikan bahwa kejadian gempa bumi ini mengakibatkan kerusakan rumah penduduk di Kecamatan Kalapa Nunggal dan Parakan Salak.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM