Tanggapan Kejadian
39 km TimurLaut TUAPEJAT-SUMBAR

Tanggapan dibuat oleh Merry Christina Natalia, S.T., 25 Februari 2020 pukul 03:59:23 WIB

5.1 SR Siberut III MMI, Tua Pejat III MMI, Padang III MMI, Pesisir Selatan II MMI, Bukit Tinggi II MMI, Padang Panjang II MMI Tidak berpotensi Tsunami

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, 25 Februari 2020, pukul 03:59 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 99,92° BT dan 1,90° LS, dengan magnitudo M5,1 pada kedalaman 10 km, dengan lokasi berjarak 39 km timurlaut Tua Pejat, Kepulauan Mentawai. GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui GEOFON program menginformasikan bahwa gempa bumi berpusat di koordinat 99,85° BT dan 2,06° LS dengan kekuatan M4,8 dan kedalaman 38 km. The United States Geological Survey (USGS), Amerika, menginformasikan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 99,872° BT dan 1,969° LS, dengan magnitudo M4,8 pada kedalaman 36,5 km.


Pusat gempa bumi berada di Samudera Indonesia di perairan timur Pulau Sipora, Kepulauan Mentawai. Berdasarkan tatanan tektonik Pantai Barat Sumatera dipengaruhi oleh zona tunjaman lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia, sehingga memberikan kontribusi tektonik di laut maupun di daratan Pulau Sumatera. Kondisi geologi di sekitar pusat gempa bumi, pada umumnya tersusun oleh alluvium dan endapan pantai, batuan sedimen berumur Tersier serta batuan Pra-Tersier. Jenis batuan berumur muda seperti alluvium dan batuan Kuarter biasanya bersifat urai dan mengamplifikasi guncangan gempa bumi.


Berdasarkan posisi pusat gempa bumi dan kedalamannya, gempa bumi berasosiasi dengan aktivitas penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Gempa bumi ini merupakan gempa bumi interface yang terjadi pada bidang gesek antara kedua lempeng tersebut.


Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Tua Pejat, Siberut, dan Padang dengan intensitas III MMI (Modified Mercalli Intensity), serta di Pesisir Selatan, Bukittinggi dan padang Panjang dengan intensitas II MMI. Gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami, karena meskipun berpusat di laut namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi terkait kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diharapkan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM