Senin, 10 Januari 2022 - 4 bulan yang lalu

04:59:07 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 10 Januari 2022 pukul 04:59:07 WIB

Intensitas MMI: Halmahera Barat dan Tobelo Barat V MMI ; Ternate, Tobelo, Wasile, dan Halmahera Timur III MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 10 Januari 2022, pukul 04:59:07 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 127,85° BT dan 1,49° LU, berjarak sekitar 31,19 km barat daya Kota Tobelo (ibu kota Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara), dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 10 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 1,489 LU dan 127,867 BT dengan magnitudo M5,6 pada kedalaman 10 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127,95 BT dan 1,46 LU, dengan magnitudo M5,4 pada kedalaman 10 km.

1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.
3. Bangunan di Kabupaten Halmahera Utara harus dibangun dengan menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

5.5 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Kamis, 30 Desember 2021 - 4 bulan yang lalu

11:12:44 WIB

KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA, PROVINSI MALUKU

Kajian dibuat oleh Merry Christina Natalia, S.T., 30 Desember 2021 pukul 11:12:44 WIB

Intensitas MMI: Tiakur V – VI MMI (Modified Mercally Intensity), di Tefa IV-V MMI, di Saumlaki IV MMI, di Waingapu dan Darwin III-IV MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Kamis tanggal 30 Desember 2021, pukul 01:25:52 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut Banda pada koordinat 127,66 BT dan 7,76 LS, berjarak sekitar 45 km barat laut Kota Tiakur (ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku), dengan magnitudo (M 7,4) pada kedalaman 210 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7,59 LS dan 127,58 BT dengan magnitudo (M 7,3) pada kedalaman 167 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127,58 BT dan 7,63 LS, dengan magnitudo (M 7,2) pada kedalaman 167 km.

(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD dan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya.
(3) Bangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya harus dibangun dengan menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(4) Pantai di pulau – pulan Kabupaten Maluku Barat Daya tergolong rawan tsunami, oleh karena itu harus dilakukan upaya mitigasi tsunami.
(5) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

7.4 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Senin, 27 Desember 2021 - 5 bulan yang lalu

15:32:19 WIB

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 27 Desember 2021 pukul 15:32:19 WIB

Intensitas MMI: II Liwa, Panjang, panimbang, Labuan

• Masyarakat jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami.

• Bangunan di Liwa dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan dilengkapi jalur serta tempat evakuasi.

5 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Kamis, 16 Desember 2021 - 5 bulan yang lalu

11:26:08 WIB

ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI MERUSAK DI KABUPATEN MALUKU BARAT DAYA, 16 DESEMBER 2021

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 16 Desember 2021 pukul 11:26:08 WIB

Intensitas MMI: IV-V

Gempa bumi terjadi pada hari Kamis tanggal 16 Desember 2021, pukul 11:26:08 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut Banda pada koordinat 128,64 BT dan 6,95 LS berjarak sekitar 161 km timur laut Kota Tiakur (ibu kota Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku), dengan magnitudo (M 5,6) pada kedalaman 26 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7,075 LS dan 128,68 BT dengan magnitudo (M 5,7) pada kedalaman 15,1 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 128,78 BT dan 7,13 LS, dengan magnitudo (M 5,6) pada kedalaman 10 km.

(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

(2) Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD dan Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya.

(3) Bangunan di Kabupaten Maluku Barat Daya harus dibangun dengan menggunakan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.

(4) Pantai di pulau – pulan Kabupaten Maluku Barat Daya tergolong rawan tsunami, oleh karena itu harus dilakukan upaya mitigasi tsunami.

(5) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi dalam dimensi kecil. Oleh karena itu direkomendasikan agar penduduk mewaspadai dampak bahaya ikutan tersebut. Apabila menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, harap diwaspadai karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi dan guncangan gempa bumi kuat.

5.6 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

06:01:33 WIB

ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI MERUSAK DI KABUPATEN JEMBER, 16 DESEMBER 2021

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 16 Desember 2021 pukul 06:01:33 WIB

Intensitas MMI: IV ; II - III Banyuwangi ; III Denpasar, Kuta dan Legian

Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Kamis, tanggal 16 Desember 2021 pukul 06:01:33 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di barat daya Jember pada koordinat 8,55°LS dan 113,49°BT dengan magnitudo (M5,1) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 42 km barat daya Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 8,601°LS dan 113,445°BT dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 10 km. Menurut data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 8,78°LS dan 113,42°BT, dengan magnitudo (M4,9) pada kedalaman 10 km.

(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD dan Pemerintah Kabupaten setempat.
(3) Bangunan di Kabupaten Jember harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(4) Meskipun kejadian gempa bumi ini tidak memicu terjadinya tsunami, namun pantai di Kabupaten Jember tergolong rawan tsunami. Oleh karena itu harus dilakukan upaya mitigasi tsunami.
(5) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

5.1 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Selasa, 14 Desember 2021 - 5 bulan yang lalu

10:20:23 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Laut Flores, 14 Desember 2021

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 14 Desember 2021 pukul 10:20:23 WIB

Intensitas MMI: V PGA Ranakah ; IV-V PGA Kelimut, PGA Lereboleng, PGA Inerie, PGA Lewotobi ; IV Ruteng, Labuan Bajo, Larantukan, Maumere, Lembata, Adonara ; III PGA Ebulobo

Kejadian gempa bumi terjadi pada hari Selasa, tanggal 14 Desember 2021 pukul 10:20:23 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut Flores pada koordinat 7,59°LS dan 122,24°BT dengan magnitudo (M7,4) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 115 km utara Kota Maumere (ibu kota Kabupaten Sikka), Provinsi Nusa Tenggara Timur. Berdasarkan data dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 7,603 LS dan 122,200° BTdengan magnitudo (M7,3) pada kedalaman 18,50 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 122,26° BT dan 7,61° LS, dengan magnitudo (M7,0) pada kedalaman 12 km.

1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman sesuai dengan arahan dari BPBD dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar.
3. Bangunan di Kabupaten Kepulauan Selayar harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
4. Pantai di Kabupaten Kepulauan Selayar tergolong rawan tsunami, oleh karena itu harus dilakukan upaya mitigasi tsunami.
5. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi. Oleh karena itu direkomendasikan agar penduduk mewaspadai dampak bahaya ikutan tersebut. Apabila menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, harap diwaspadai karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi dan guncangan gempa bumi kuat.

7.4 SR Berpotensi terjadi Tsunami

Lihat Detail

Rabu, 08 Desember 2021 - 5 bulan yang lalu

05:18:33 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Timur Waduk Cirata

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 08 Desember 2021 pukul 05:18:33 WIB

Intensitas MMI: III Waduk Cirata dan Cipeundeuy

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu tanggal 8 Desember 2021, pukul 05:18:33 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak di timur Waduk Cirata pada koordinat 6,71 LS dan 107,35 BT, berjarak sekitar 21 km barat daya Kota Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, pada kedalaman 7 km, dengan magnitudo M3,4.

1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Bangunan yang terletak pada KRB menengah hingga tinggi harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa gerakan tanah, likuefaksi, retakan tanah dan penurunan tanah.

3.4 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Rabu, 01 Desember 2021 - 5 bulan yang lalu

07:05:45 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Bandung

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 01 Desember 2021 pukul 07:05:45 WIB

Intensitas MMI: IV Pasirwangi, Kamojang, Paseh ; III Pangauban, Bayongbong, Cikajang, Samarang, Ciparay

Gempa bumi terjadi pada hari Rabu, 1 Desember 2021, pukul 07:05 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 107,69° BT dan 7,26° LS (23 km baratdaya Kabupaten Garut, Jawa Barat) dengan magnitudo M3,7 pada kedalaman 10 km.

1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Bangunan yang terletak pada KRB gempa bumi menengah harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah dan gerakan tanah dalam dimensi kecil. Oleh karena itu direkomendasikan apabila menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, harap diwaspadai karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan guncangan gempa bumi kuat.

3.7 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Kamis, 11 November 2021 - 6 bulan yang lalu

00:46:41 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Kaimana

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 11 November 2021 pukul 00:46:41 WIB

Intensitas MMI: III-IV Kaimana

Berdasarkan informasi dari BMKG kejadian gempa bumi terjadi pada hari Kamis, tanggal 11 November 2021, pada pukul 00:46:41 WIB, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 134,21° BT dan 4,29° LS, berjarak sekitar 84,5 km tenggara Kota Kaimana (ibu kota Kabupaten Kaimana), pada kedalaman 14 km, dengan magnitudo (M6,1). Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui program GEOFON menginformasikan bahwa lokasi gempa bumi berada pada koordinat 134,07° BT dan 4,42° LS pada kedalaman 20 km dengan magnitudo (M6,0). Menurut data The United States Geological Survey (USGS), Amerika, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 134,185° BT dan 4,353° LS, dengan magnitudo (M6,0) pada kedalaman 10 km.

1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Bangunan yang terletak pada KRB gempa bumi menengah hingga tinggi harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi dalam dimensi kecil. Oleh karena itu direkomendasikan apabila menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, harap diwaspadai karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan guncangan gempa bumi kuat.

6.1 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Sabtu, 06 November 2021 - 6 bulan yang lalu

21:37:37 WIB

ANALISIS GEOLOGI KEJADIAN GEMPA BUMI DI BOLAANG MONGONDOW SELATAN 6 NOVEMBER 2021

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 06 November 2021 pukul 21:37:37 WIB

Intensitas MMI: V

Berdasarkan informasi dari BMKG kejadian gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, tanggal 6 November 2021, pada pukul 21:37:37 WIB, lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Maluku pada koordinat 124,35° BT dan 0,16° LS, berjarak sekitar 68,6 km sebelah tenggara Kota Molibagu (ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan), pada kedalaman 20 km, dengan magnitudo (M6,2). Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui program GEOFON, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 124,23° BT dan 0,10° LS pada kedalaman 69 km dengan magnitudo (M5,9). Menurut data The United States Geological Survey (USGS), Amerika, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 124,315° BT dan 0,075° LS, dengan magnitudo (M6,0) pada kedalaman 39,9 km.

(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bangunan yang terletak pada KRB menengah harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(3) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah dan gerakan tanah dalam dimensi kecil. Oleh karena itu direkomendasikan apabila menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, harap diwaspadai karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan guncangan gempa bumi kuat.

6.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Cari data laporan dan kajian gempa bumi dan tsunami


Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM