Jumat, 21 Oktober 2022 - 3 bulan yang lalu

05:59:08 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah, Tanggal 21 Oktober 2022

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 21 Oktober 2022 pukul 05:59:08 WIB

Intensitas MMI: IV Ampana; III Luwuk

Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Jumat, tanggal 21 Oktober 2022 pukul 05:59:08 WIB. Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,76 LS dan 121,55 BT, dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 10 km dan berjarak sekitar 13 km utara - barat laut kota Ampana (Ibukota Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah). Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 121,575 BT dan 0,821 LS, dengan magnitudo (M4,9) pada kedalaman 11,8 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 121,66 BT dan 0,86 LS, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 10 km.

1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Bangunan yang terletak pada KRB menengah dan tinggi harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
3. Oleh karena daerah Kabupaten Tojo Una-Una rawan gempa bumi dan tsunami, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural.
4. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

5.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Selasa, 18 Oktober 2022 - 3 bulan yang lalu

23:47:40 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Provinsi Sumatera Selatan, Tanggal 18 Oktober 2022

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 18 Oktober 2022 pukul 23:47:40 WIB

Intensitas MMI: III-IV Tanjung Enim; II-III Lahat dan Muara Enim

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, tanggal 18 Oktober 2022, pukul 23:47:40 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 103,71 BT dan 3,86 LS, berjarak sekitar 19,8 km timur – tenggara Kota Lahat dan 23,8 km selatan - barat daya Kota Muara Enim, dengan magnitudo M4,2 pada kedalaman 1 km. Kejadian gempa bumi ini hanya tercatat oleh stasiun BMKG.

1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi.
2. Bangunan di Kabupaten Muara Enim dan Lahat harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
3. Oleh karena wilayah Kabupaten Muara Enim dan Lahat tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi.
4. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

4.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Jumat, 14 Oktober 2022 - 3 bulan yang lalu

08:22:02 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Provinsi Sumatera Selatan, Tanggal 14 Oktober 2022

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 14 Oktober 2022 pukul 08:22:02 WIB

Intensitas MMI: III Muara Enim

Gempa bumi utama terjadi pada hari Jumat, tanggal 14 Oktober 2022, pukul 08:22:02 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 103,75 BT dan 3,81 LS, berjarak sekitar 18 km barat daya Kota Muara Enim dan 23 km timur Kota Lahat, dengan magnitudo M4,0 pada kedalaman 1 km. Kejadian gempa bumi ini hanya tercatat oleh stasiun BMKG.

1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi
2. Bangunan di Kabupaten Muara Enim dan Lahat harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
3. Oleh karena wilayah Kabupaten Muara Enim dan Lahat tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi
4. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

4 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Minggu, 09 Oktober 2022 - 3 bulan yang lalu

17:02:44 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Perairan Selatan Provinsi Banten, Tanggal 9 Oktober 2022

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 09 Oktober 2022 pukul 17:02:44 WIB

Intensitas MMI: III-IV Kabupaten Lebak, Pandeglang dan Palabuhanratu

Gempabumi terjadi pada hari Minggu, tanggal 9 Oktober 2022, pukul 17:02:44 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia pada koordinat 106,08 BT dan 7,02 LS, berjarak sekitar 15,77 km selatan Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 12 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 106,058 BT dan 7,05 LS dengan magnitudo (M4,9) pada kedalaman 48,1 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 106,07 BT dan 6,98 LS, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 10 km.

1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
2. Bangunan di Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Sukabumi harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
3. Oleh karena wilayah bagian selatan Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Sukabumi tergolong rawan gempa bumi dan tsunami, maka harus lebih ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan non struktural
4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) yaitu retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

5.5 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Minggu, 02 Oktober 2022 - 3 bulan yang lalu

13:51:58 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, Tanggal 2 Oktober 2022

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 02 Oktober 2022 pukul 13:51:58 WIB

Intensitas MMI: II-III Sumedang

Gempa bumi utama terjadi pada hari Minggu, tanggal 2 Oktober 2022, pukul 13:51:58 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 107,92 BT dan 6,83 LS, berjarak sekitar 2,3 km utara timur laut Kota Sumedang (ibu kota Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat), dengan magnitudo M2,7 pada kedalaman 16 km. Kejadian gempa bumi ini hanya tercatat oleh stasiun BMKG.

1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi
2. Bangunan di Kabupaten Sumedang harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
3. Oleh karena wilayah Kabupaten Sumedang tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi
4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

2.7 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Sabtu, 01 Oktober 2022 - 3 bulan yang lalu

02:28:41 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, Tanggal 1 Oktober 2022

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 01 Oktober 2022 pukul 02:28:41 WIB

Intensitas MMI: VI Tarutung; V Sipahutar; IV Singkil; III Gunung Sitoli, Tapaktuan

Gempa bumi utama terjadi pada hari Sabtu, tanggal 1 Oktober 2022, pukul 02:28:41 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat (wilayah Kabupaten Tapanuli Utara) pada koordinat 98,89 BT dan 2,13 LU, berjarak sekitar 15 km barat laut Kecamatan Tarutung (ibu kota Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara), dengan magnitudo M6,0 pada kedalaman 10 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 98,897 BT dan 2,089 LU dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 13,2 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 98,86° BT dan 2,06° LU, dengan magnitudo M5,7 pada kedalaman 10 km. Kejadian gempa bumi ini diikuti oleh beberapa gempa susulan. Berdasarkan data BMKG tercatat telah terjadi tiga kejadian gempa bumi di sekitar lokasi lokasi pusat gempa bumi yaitu pada pukul 02:50 WIB, 03:37, dan 04:03 WIB masing-masing dengan magnitudo M5,1, M5,0, dan M3,9.

1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi
2. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman
3. Bangunan di Kabupaten Tapanuli Utara dan sekitarnya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
4. Oleh karena wilayah Kabupaten Tapanuli Utara tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi gempa bumi
5. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi. Bahaya ikutan tersebut diperkirakan dalam dimensi kecil
6. Badan Geologi merencanakan untuk mengirim Tim Tanggap Darurat (TTD) ke lokasi bencana.

6 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Sabtu, 24 September 2022 - 4 bulan yang lalu

03:52:59 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, Tanggal 24 September 2022

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 24 September 2022 pukul 03:52:59 WIB

Intensitas MMI: IV Aceh Barat, Aceh Selatan dan Nagan Raya; III Banda Aceh, Aceh Besar dan Pulau Simeulue

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, tanggal 24 September 2022, pukul 03:52:59 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di perairan Kabupaten Aceh Barat pada koordinat 95,97 BT dan 3,77 LU, berjarak sekitar 44,77 km selatan barat daya kota Meulaboh (ibu kota Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh), dengan magnitudo M6,4 pada kedalaman 22 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 95,987 BT dan 3,810 LU dengan magnitudo M6,2 pada kedalaman 48,6 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 96,08 BT dan 3,88 LU, dengan magnitudo M6,1 pada kedalaman 55 km.

1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami
2. Bangunan di Kabupaten Aceh Barat harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
3. Oleh karena pantai Kabupaten Aceh Barat tergolong rawan tsunami, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi tsunami melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural
4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

6.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Minggu, 11 September 2022 - 4 bulan yang lalu

06:10:43 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Merusak Di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Tanggal 11 September 2022

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 11 September 2022 pukul 06:10:43 WIB

Intensitas MMI: V-VI Pulau Siberut; IV-V Tuapejat; III-IV Kota Padang, Painan, Padang Panjang, Pasaman Barat

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, tanggal 11 September 2022, pukul 06:10:43 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di perairan barat laut Pulau Siberut pada koordinat 98,53 BT dan 1,18 LS, berjarak sekitar 150,7 km barat laut kota Tuapejat (ibu kota Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat), dengan magnitudo M6,1 pada kedalaman 10 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 98,624 BT dan 1,124 LS dengan magnitudo M6,0 pada kedalaman 20 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 98,68 BT dan 1,09 LS, dengan magnitudo M6,1 pada kedalaman 10 km. Ketiga stasiun tersebut mencatat kejadian gempa bumi susulan pada pukul 06:24:01 WIB dengan magnitudo M5,4 (BMKG).

1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab tentang gempa bumi dan tsunami
2. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman
3. Bangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
4. Oleh karena daerah pantai Kabupaten Kepulauan Mentawai tergolong rawan tsunami, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi tsunami melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural
5. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi dalam dimensi kecil.

6.1 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Sabtu, 10 September 2022 - 4 bulan yang lalu

07:05:14 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Tanggal 10 September 2022 Di Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 10 September 2022 pukul 07:05:14 WIB

Intensitas MMI: IV Mamberamo Raya, Sarmi

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu tanggal 10 September 2022, pukul 07:05:14 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 138,26 BT dan 2,04 LS, berjarak sekitar 40,1 km timur laut kota Burmeso (ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua), dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 16 km. Menurut data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 138,186 BT dan 2,220 LS dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 19,1 km. Berdasarkan data dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 138,18 BT dan 2,20 LS, dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 10 km. Menurut data BMKG kejadian gempa bumi tersebut diawali oleh 3 kali gempa bumi awal dengan magnitudo M5.9, M6.0 dan M5.5 dan diikuti oleh gempa bumi susulan dengan magnitudo M4.8.

1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, namun tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Bangunan di Kabupaten Mamberamo Raya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi. Selain itu harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
3. Daerah Kabupaten Mamberamo Raya tergolong rawan bencana gempa bumi yang bersumber terutama dari sesar aktif di darat, oleh karena itu direkomendasikan agar ditingkatkan kegiatan mitigasi bencana gempa bumi melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.
4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) dalam dimensi kecil (seperti retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi).

6.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Senin, 29 Agustus 2022 - 5 bulan yang lalu

10:29:14 WIB

Analisis Geologi Kejadian Gempa Bumi Di Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Tanggal 29 Agustus 2022

Kajian dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 29 Agustus 2022 pukul 10:29:14 WIB

Intensitas MMI: Siberut V-VI MMI; seta di Tuapejat dan Painan III-IV MMI; Padang, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok dan Solok Selatan II-III MMI

Gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 29 Agustus 2022, pukul 10:29 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Samudera Hindia wilayah Kepulauan Mentawai pada koordinat 98,53° BT dan 0,99° LS, berjarak sekitar 160 km barat laut Tuapejat (ibu kota Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat), dengan magnitudo M6,4 pada kedalaman 10 km. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 98,642° BT dan 1,008° LS dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 17,6 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 98,66° BT dan 0,95° LS, dengan magnitudo M5,8 pada kedalaman 10 km. Sebelumnya, tercatat dua kejadian gempabumi di sekitar lokasi ini yaitu pada pukul 00:04 WIB dan 05:34 WIB masing-masing dengan magnitudo M5,2 dan M5,9 (BMKG).

-. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
-. Bagi penduduk yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman
-. Bangunan di Kabupaten Kepulauan Mentawai harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
-. Oleh karena daerah pantai Kabupaten Kepulauan Mentawai tergolong rawan tsunami, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi tsunami melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural
-. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi. Bahaya ikutan tersebut diperkirakan dalam dimensi kecil.

6.4 SR Tidak berpotensi Tsunami

Lihat Detail

Cari data laporan dan kajian gempa bumi dan tsunami


Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM