Tanggapan Kejadian
40.1 km timur laut Mamberamo Raya

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 10 September 2022 pukul 07:05:14 WIB

6.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

IV Mamberamo Raya, Sarmi

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu tanggal 10 September 2022, pukul 07:05:14 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 138,26 BT dan 2,04 LS, berjarak sekitar 40,1 km timur laut kota Burmeso (ibu kota Kabupaten Mamberamo Raya, Provinsi Papua), dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 16 km. Menurut data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 138,186 BT dan 2,220 LS dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 19,1 km. Berdasarkan data dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 138,18 BT dan 2,20 LS, dengan magnitudo (M6,2) pada kedalaman 10 km. Menurut data BMKG kejadian gempa bumi tersebut diawali oleh 3 kali gempa bumi awal dengan magnitudo M5.9, M6.0 dan M5.5 dan diikuti oleh gempa bumi susulan dengan magnitudo M4.8.


Daerah Kabupaten Mamberamo Raya tersusun oleh morfologi dataran, dataran hingga dataran bergelombang, dan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. Berdasarkan Peta Geologi Lembar Sarmi dan Bufareh yang diterbitkan oleh Badan Geologi tahun 1995, daerah Kabupaten Mamberamo Raya pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter berupa berupa endapan sungai, endapan rawa, dan endapan pantai, serta batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen (batugamping, batupasir, batulempung, serpih dan konglomerat). Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.


Berdasarkan data lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi ini berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif dengan mekanisme sesar naik. Menurut data Badan Geologi sesar naik ini berarah relatif barat laut – tenggara.


Hingga laporan ini dibuat belum diperoleh informasi adanya korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut informasi dari media online (www.kompas.com) masyarakat di sekitar lokasi pusat gempa bumi sempat panik akibat serangkaian kejadian gempa bumi tersebut. Menurut informasi dari BMKG guncangan gempa bumi di daerah Kabupaten Mamberamo Raya dan Sarmi terasa pada skala intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan terjadinya tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.


1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, namun tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Bangunan di Kabupaten Mamberamo Raya harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi. Selain itu harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
3. Daerah Kabupaten Mamberamo Raya tergolong rawan bencana gempa bumi yang bersumber terutama dari sesar aktif di darat, oleh karena itu direkomendasikan agar ditingkatkan kegiatan mitigasi bencana gempa bumi melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.
4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) dalam dimensi kecil (seperti retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi).

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM