Tanggapan Kejadian
125,8 km barat laut Kabupaten Halmahera Barat

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 05 April 2022 pukul 08:44:06 WIB

6 SR Tidak berpotensi Tsunami

III-IV MMI Halmahera Barat

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, tanggal 5 April 2022, pukul 08:44:06 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terdapat di laut, pada koordinat 126,97 BT dan 2,11 LU, berjarak 125,8 km barat laut kota Jailolo (ibu kota Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara), dengan magnitudo (M6,0) pada kedalaman 10 km. Menurut data The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 126,882 BT dan 1,931 LU dengan magnitudo (M5,9) pada kedalaman 41,6 km. Berdasarkan data dari GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,94 BT dan 2,04 LU, dengan magnitudo (M5,7) pada kedalaman 10 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan Kabupaten Halmahera Barat. Daerah tersebut mempunyai morfologi dataran pantai, dataran hingga dataran bergelombang, lembah dan perbukitan. Daerah tersebut pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter berupa endapan pantai, endapan sungai, dan batuan rombakan gunung api muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter pada umumnya bersifat lunak, lepas, belum kompak _(unconsolidated)_ dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya maka kejadian gempa bumi ini diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif berupa sesar naik di perairan sebelah barat Kabupaten Halmahera Barat.


Hingga laporan ini dibuat, belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat gempa bumi tersebut. BMKG melaporkan efek guncangan gempa bumi dirasakan di Kabupaten Halmahera Barat pada skala intensitas III-IV MMI _(Modified Mercally Intensity)_. Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi sebagian terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah dan sebagian lagi terletak pada KRB gempa bumi rendah. Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena meskipun lokasi pusat gempa bumi berada di laut, namun kekuatannya relatif kecil dan tidak menyebabkan deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Menurut data Badan geologi daerah pantai Kabupaten Halmahera Barat mempunyai potensi tinggi tsunami di garis pantai _(tsunami height)_ berkisar antara 4,5 m hingga 7,9 m. Berdasarkan Atlas Zona Kerentanan Likuefaksi dari Badan Geologi (2019) Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara dan sekitarnya terutama di Daerah Jailolo dan Tahafo umumnya memiliki tingkat kerentanan Likuefaksi Sedang yaitu zona yang dapat mengalami likuefaksi secara tidak merata, struktur tanah umumnya rusak, tipe kerusakan struktur tanah yang terjadi berupa pergeseran lateral, penurunan tanah dan semburan pasir, namun setempat berada pada kerentanan Likuefaksi Tinggi yaitu zona kerentanan yang dapat mengalami likuefaksi secara merata dan struktur tanah umumnya menjadi rusak parah hingga hancur di sekitar pesisir pantai. Tipe kerusakan struktur tanah yang terjadi berupa likuefaksi aliran _(flow liquefaction)_, penurunan tanah _(vertical displacement)_ dan semburan pasir _(sand boil)_. Potensi likuefaksi dapat terjadi khususnya di daerah dataran dan sedikit landai (Gambar 1.) Pada umumnya kerentanan likuefaksinya sedang (warna kuning) yang artinya zona kerentanan yang dapat mengalami likuefaksi secara tidak merata dan struktur tanah umumnya rusak, tipe kerusakan struktur tanah yang terjadi berupa pergeseran lateral, penurunan tanah dan semburan pasir. Secara umum, beberapa daerah yang mengalami kerusakan tanah pondasi intensif yaitu sepanjang pantai, bantaran sungai dan dataran yang memiliki kedalaman muka air tanah yang dangkal (kurang dari 10 m).


1. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, namun tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.

2. Bangunan di Kabupaten Halmahera Barat, agar dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi dan harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.

3. Daerah pantai Kabupaten Halmahera Barat tergolong rawan bencana tsunami, oleh karena itu direkomendasikan agar ditingkatkan kegiatan mitigasi bencana tsunami melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.

4. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan _(collateral hazard)_ seperti retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM