Tanggapan Kejadian
21,75 km selatan kota Mataram

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 25 Januari 2022 pukul 04:14:14 WIB

4.6 SR Tidak berpotensi Tsunami

IV Mataram

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, tanggal 25 Januari 2022, pukul 04:14:14 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di darat pada koordinat 8.78 LS dan 116.14 BT, berjarak sekitar 21,75 km selatan kota Mataram dengan magnitudo (M4,6) pada kedalaman 10 km. Adapun stasiun The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat dan GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, tidak mencatat kejadian gempa bumi tersebut.


Lokasi pusat gempa bumi terletak di darat Pulau Lombok. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh morfologi dataran pantai pada bagian barat dan selatan, pada bagian tengahnya merupakan perbukitan bergelombang hingga perbukitan terjal. Batuannya tersusun oleh batuan berumur Tersier berupa batuan sedimen dan batuan rombakan gunungapi, serta endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, aluvial sungai dan batuan rombakan gunungapi muda. Sebagian batuan berumur Tersier dan batuan rombakan gunungapi muda telah mengalami pelapukan. Batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan dan endapan Kuarter bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Berdasarkan posisi lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber (focal mechanism) dari BMKG, maka kejadian gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi dengan mekanisme sesar mendatar. Berdasarkan kenampakan peta geologi dari Badan Geologi terlihat adanya kelurusan berarah barat laut – tenggara.


Hingga laporan ini disusun belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi terasa cukup kuat di Kota Mataram. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di Kota Mataram terasa pada skala intensitas IV MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi sebagian besar terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah hingga tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat. Menurut data Badan Geologi pantai di Pulau Lombok tergolong rawan bencana tsunami dengan potensi tinggi tsunami di garis pantai lebih dari 3 meter.


Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
Bangunan di Pulau Lombok harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
Oleh karena daerah pantai Pulau Lombok tergolong rawan tsunami, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi tsunami melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.
Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM