Tanggapan Kejadian
Selatan Semarang

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 23 Oktober 2021 pukul 00:32:00 WIB

3 SR Tidak berpotensi Tsunami

II-III

Berdasarkan informasi dari BMKG tiga kejadian gempa bumi dirasakan terjadi pada hari Sabtu, tanggal 23 Oktober 2021, pada pukul 00:32 WIB, 09:34 WIB, dan 09:51 WIB, lokasi pusat gempa bumi terletak di darat berada di sekitaran wilayah Kecamatan Ambarawa, Jambu dan Banyubiru, dengan magnitudo (M3,0 - M3,3) pada kedalaman 5-9 km


Pusat gempa bumi berada di sekitar wilayah Kecamatan Ambarawa, Jambu dan Banyubiru, Kabupaten Semarang. Daerah tersebut secara umum tersusun oleh endapan Kuarter berupa batuan rombakan gunungapi muda dan endapan aluvial di sekitar Danau Rawapening. Endapan aluvial dan batuan rombakan gunungapi yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi.


Berdasarkan data Shakemap BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Ambarawa, dengan intensitas II-III MMI (Modified Mercally Intensity) . Menurut informasi media online, kejadian gempa bumi ini mengakibatkan retakan dinding RSUD dr Gunawan Mangunkusumo di Ambarawa. Guncangan yang dirasakan cukup sering, sehingga mengakibatkan kepanikan dan kecemasan pada masyarakat khususnya di Kecamatan Ambarawa. Berdasarkan data pemantauan G. Merapi terekam lebih dari 26 kejadian gempa bumi tektonik yang terjadi pada zona tersebut (sekitar tiga pusat gempabumi di atas). Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena lokasi sumber gempa bumi di darat.


1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
2. Bangunan yang terletak pada KRB menengah harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
3. Penduduk agar waspada apabila terjadi retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM