Tanggapan Kejadian
68,6 km sebelah tenggara Bolaang Mongondow Selatan

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 06 November 2021 pukul 21:37:37 WIB

6.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

V

Berdasarkan informasi dari BMKG kejadian gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, tanggal 6 November 2021, pada pukul 21:37:37 WIB, lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Maluku pada koordinat 124,35° BT dan 0,16° LS, berjarak sekitar 68,6 km sebelah tenggara Kota Molibagu (ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan), pada kedalaman 20 km, dengan magnitudo (M6,2). Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman melalui program GEOFON, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 124,23° BT dan 0,10° LS pada kedalaman 69 km dengan magnitudo (M5,9). Menurut data The United States Geological Survey (USGS), Amerika, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 124,315° BT dan 0,075° LS, dengan magnitudo (M6,0) pada kedalaman 39,9 km.


Lokasi pusat gempa bumi berada di Laut Maluku dan terletak dekat dengan daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Secara umum, morfologi daerah ini merupakan dataran pantai, setempat lembah, perbukitan bergelombang dan perbukitan terjal. Daerah tersebut tersusun oleh batuan berumur Tersier terdiri-dari dominan batuan rombakan gunung api dan batuan sedimen, serta endapan Kuarter berupa endapan aluvial pantai, dan aluvial sungai. Sebagian batuan berumur Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Tersier yang telah mengalami pelapukan pada umumnya bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalamannya, serta data mekanisme sumber dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud – Mayu dengan mekanisme sesar naik pada kedudukan Strike : N 12,2 E; Dip : 57,4; dan Rake : 62,3.


Hingga laporan ini dibuat belum ada korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi terasa cukup kuat di daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi di sekitar lokasi pusat gempa bumi dirasakan dengan skala intensitas sekitar V MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami. Menurut data Badan Geologi, permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan pada umumnya terletak terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah. Selain itu daerah pantai di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan tergolong rawan tsunami. Menurut data Badan Geologi, daerah ini berpotensi terlanda tsunami dengan ketinggian tsunami di pantai mencapai 9,97 m.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bangunan yang terletak pada KRB menengah harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(3) Kejadian gempa bumi ini diperkirakan berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah dan gerakan tanah dalam dimensi kecil. Oleh karena itu direkomendasikan apabila menemukan retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, harap diwaspadai karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan guncangan gempa bumi kuat.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM