Tanggapan Kejadian
89 km timur laut Kabupaten Tojo Una-una

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 26 Juli 2021 pukul 10:52:03 WIB

5.9 SR Tidak berpotensi Tsunami

III-IV

Berdasarkan informasi dari BMKG gempa bumi terjadi pada hari Senin, tanggal 26 Juli 2021, pukul 10:52:03 WIB, lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,73°LS dan 121,87°BT, dengan magnitudo (M5,9) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 89 km timur laut Ampana, Ibukota Kabupaten Tojo Una-una, Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 121,930° BT dan 0,728° LS, dengan magnitudo (M5,7) pada kedalaman 98 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 121,96° BT dan 0,75° LS, dengan magnitudo (M5,8) pada kedalaman 10 km.


Wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi adalah Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, terutama daerah Pulau Una-una, Batudaka, Togean, dan Walea. Morfologi wilayah kabupaten Tojo Una-una umumnya merupakan pegunungan dan perbukitan landai hingga terjal, dan sebagian merupakan pedataran. Daerah Kecamatan Ampana sebagai ibu kota Kabupaten Tojo Una-Una merupakan daerah pedataran dengan kemiringan 0-2 %. Daerah ini tersusun oleh batuan berumur Pra Tersier (terdiri – dari batuan metamorf dan meta sedimen), Tersier (terdiri – dari batuan sedimen dan batuan rombakan gunungapi) dan Endapan Kuarter (terdiri – dari endapan aluvial dan rombakan dari batuan sekitarnya). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier tersebut telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan terjal yang tertutup oleh batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan akan berpotensi terjadi gerakan tanah/ longsoran apabila dipicu oleh guncangan gempabumi kuat di daerah ini dan juga curah hujan tinggi. Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi dan kedalaman, maka kejadian gempa bumi tersebut berasosiasi dengan aktivitas sesar aktif di sekitar lokasi pusat gempa bumi.


Berdasarkan data BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di sekitar lokasi pusat gempa bumi diperkirakan pada skala intensitas III – IV MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Tojo Una-una terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi sampai menengah. Sebagian besar permukiman penduduk di Kabupaten Tojo Una-una yang terlanda guncangan gempa bumi terletak pada KRB gempa bumi menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami karena walaupun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, tetapi tidak memiliki energi yang cukup kuat untuk menyebabkan deformasi dasar laut.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bangunan yang terletak pada KRB menengah dan tinggi harus dibangun dengan konstruksi bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi.
(3) Kejadian gempa bumi ini berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, dan gerakan tanah.
(4) Penduduk agar waspada apabila terjadi retakan tanah pada bagian atas bukit yang berbentuk melingkar ke arah lembah, karena dapat memicu terjadinya gerakan tanah yang dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat dan curah hujan tinggi.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM