Tanggapan Kejadian
81,4 km selatan barat Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 11 Juni 2021 pukul 09:23:42 WIB

5.7 SR Tidak berpotensi Tsunami

II-IV Bolaang Mongondow Selatan

Gempa bumi terjadi pada hari Jumat tanggal 11 Juni 2021, pukul:09:23:42 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 0,06°LU dan 124,40°BT dengan magnitudo (M5,7) pada kedalaman 14 km, berjarak sekitar 81,4 km selatan barat Kota Molibagu (ibu kota Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Utara). Menurut informasi GeoForschungsZentrum(GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 124,39° BT dan 0,00° LU, dengan magnitudo (M5,4) pada kedalaman 83 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey(USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi pada koordinat 124,291° BT dan 0,050° LU pada kedalaman 64,0 km dengan magnitudo (M5,5).


Lokasi pusat gempa bumi terletak di laut dekat daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan. Daerah tersebut secara umum merupakan morfologi perbukitan, lembah dan dataran pantai. Batuannya merupakan batuan berumur Pra Tersier (batuan metamorf, meta sedimen), Tersier (batuan gunungapi) dan endapan Kuarter (endapan aluvial pantai dan sungai). Sebagian batuan berumur Pra Tersier dan Tersier telah mengalami pelapukan. Batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan serta endapan Kuarter pada umumnya bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Pada morfologi perbukitan yang batuannya telah mengalami pelapukan rentan terjadi gerakan tanah yang dapat dipicu guncangan gempa bumi kuat. Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi dan data mekanisme sumber dari USGS Amerika Serikat dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu, dengan mekanisme sesar naik yang berarah baratdaya-timur laut,dengan kedudukan strike= 245°, Dip= 38° Rake= 117°.


Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi terasa di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan diperkirakan terasa pada skala intensitas II-IV MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa rendah, menengah dan tinggi. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi tersebut terletak terletak pada KRB gempa bumi tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami.


1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang diharapkan kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami
2. Bangunan dan rumah penduduk yang terletak pada KRB gempa bumi menengah hingga tinggi, harus dibangun mengikuti kaidah bangunan tahan gempa bumi. Selain itu harus dilengkapi dengan jalur dan tempat evakuasi
3. Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM