Tanggapan Kejadian
141,5 km barat daya Kota Ternate

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 03 Juni 2021 pukul 17:09:58 WIB

6.1 SR Tidak berpotensi Tsunami

III-IV Kota Ternate

Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, 3 Juni 2021, pukul 17:09:58 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Maluku pada koordinat 0,35°LU dan 126,22°BT dengan magnitudo (M6,1) pada kedalaman 10 km, berjarak sekitar 141,5 km barat daya Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara. Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,23° BT dan 0,31° LU, dengan magnitudo (M6,1) pada kedalaman 10 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey (USGS), Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi pada koordinat 126,347° BT dan 0,305° LU pada kedalaman 31,2 km dengan magnitudo (M6,1).


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kota Ternate. Kota Ternate merupakan morfologi gunungapi yang terdiri-dari dataran pantai dan bagian tengahnya merupakan perbukitan. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri dari endapan pantai, endapan sungai, dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan akan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated) memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Berdasarkan lokasi, kedalaman pusat gempa bumi dan data mekanisme sumber dari GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar naik yang berarah timur laut – barat daya.


Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan di Kota Ternate pada skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut data Badan Geologi, Kota Ternate terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi rendah dengan permukiman penduduk pada umumnya tersebar di daerah pantai. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bangunan dan rumah penduduk di Kota Ternate harus dibangun dengan bangunan tahan guncangan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan. Selain itu juga harus dilengkapi dengan tempat dan jalur evakuasi.
(3) Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM