Tanggapan Kejadian
97 km barat laut Kepulauan Talaud

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 03 Juni 2021 pukul 09:31:37 WIB

5.2 SR Tidak berpotensi Tsunami

II-III Kepulauan Talaud

Gempa bumi terjadi pada hari Kamis, 3 Juni 2021, pukul 09:31:37 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 4,71°LU dan 126,17°BT dengan magnitudo (M5,2) pada kedalaman 51 km, berjarak sekitar 97 km barat laut Kota Melonguane (Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud), Provinsi Sulawesi Utara. Menurut informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 126,08° BT dan 4,83° LU, dengan magnitudo 5,0 (Mw) pada kedalaman 106 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. Morfologi daerah Kabupaten Kepulauan Talaud berupa perbukitan, lembah dan dataran pantai. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri dari endapan pantai, endapan sungai, dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated)memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi. Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas penunjaman ganda Punggungan Talaud Mayu. Jenis mekanisme pada sumber gempa bumi ini pada umumnya merupakan sesar naik yang berarah relatif utara – selatan.


Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi diperkirakan dirasakan di daerah Kabupaten Kepulauan Talaud pada skala intensitas II – III MMI (Modified Mercally Intensity). Menurut data Badan Geologi, daerah Kabupaten Kepulauan Talaud terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi tinggi pada daerah pantai dan dominan terletak pada KRB menengah. Permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi pada umumnya terletak di daerah pantai yang merupakan KRB gempa bumi tinggi. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Bangunan yang terletak pada KRB tinggi dan menengah harus dibangun dengan bangunan tahan guncangan gempa bumi guna mnghindari dari risiko kerusakan.
(3) Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM