Tanggapan Kejadian
132 timur laut Kepulauan Talaud

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 23 Mei 2021 pukul 09:02:12 WIB

5.6 SR Tidak berpotensi Tsunami

I-II Kepulauan Talaud

Gempa bumi terjadi pada hari Minggu, 23 Mei 2021, pukul 09:02:12 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), lokasi pusat gempa bumi terletak di laut pada koordinat 4,27°LU dan 127,83°BT dengan magnitudo (M5,6) pada kedalaman 109 km, berjarak sekitar 132 timur laut Kota Melonguane (Ibukota Kabupaten Kepulauan Talaud), Provinsi Sulawesi Utara. Berdasarkan informasi GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 127,50° BT dan 4,91° LU, dengan magnitudo (M5,5) pada kedalaman 120 km. Berdasarkan data The United States Geological Survey(USGS), Amerika, pusat gempa bumi berada pada koordinat 127,518° BT dan 4,931° LU, dengan magnitudo (M5,5 pada kedalaman 104,7 km.


Lokasi pusat gempa bumi terletak dekat dengan daerah Kabupaten Kepulauan Talaud. Morfologinya berupa perbukitan, lembah dan dataran pantai. Daerah ini pada umumnya tersusun oleh endapan Kuarter yang terdiri dari endapan pantai, endapan sungai dan batuan rombakan gunungapi muda yang sebagian telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan rombakan gunungapi muda yang telah mengalami pelapukan bersifat urai, lepas, lunak, belum kompak (unconsolidated)memperkuat efek guncangan, sehingga rawan guncangan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas penunjaman Lempeng Filipina. Mekanisme pada umumnya berupa sesar naik. Penunjaman ini membentang mulai dari sebelah timur Pulau Halmahera, Morotai, Kepulauan Talaud hingga timur Filipina yang berarah relatif utara - timur laut hingga selatan - tenggara.


Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan akibat kejadian gempa bumi ini. Guncangan gempa bumi diperkirakan dirasakan di daerah Kabupaten Kepulauan Talaud pada skala intensitas I – II MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu terjadinya tsunami.


1. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat, dan agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan yang kekuatannya semakin mengecil. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
2. Kejadian gempa bumi ini tidak berpotensi mengakibatkan bahaya ikutan (collateral hazard) berupa retakan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM