Tanggapan Kejadian
46,3 km barat laut Maluku Tengah

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 24 April 2021 pukul 15:50:36 WIB

5 SR Tidak berpotensi Tsunami

III Maluku Tengah

Gempa bumi terjadi pada hari Sabtu, tanggal 24 April 2021, pukul 15:50:36 WIB. Berdasarkan informasi dari BMKG, lokasi pusat gempa bumi terletak di Laut Banda pada koordinat 129,70° BT dan 4,15° LS, dengan magnitudo (M5,0) pada kedalaman 90 km, berjarak sekitar 46,3 km barat laut Kecamatan Banda (Pulau Banda Naira, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku). Menurut informasi dari The United States Geological Survey (USGS) Amerika Serikat, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 129,551° BT dan 4,343° LS, dengan magnitudo (M4,8) pada kedalaman 107,9 km. Berdasarkan data GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, lokasi pusat gempa bumi terletak pada koordinat 129,64° BT dan 4,33° LS, dengan magnitudo (M4,6) pada kedalaman 106 km.


Wilayah yang terletak dekat dengan sumber gempa bumi adalah Pulau Banda Naira dan sekitarnya, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Morfologi berupa perbukitan, lembah dan dataran pantai yang disusun oleh endapan Kuarter (terdiri-dari batuan rombakan gunungapi muda, endapan aluvial pantai dan sungai, serta batugamping koral). Sebagian batuan rombakan gunungapi muda dan batugamping koral telah mengalami pelapukan. Endapan Kuarter dan batuan yang telah mengalami pelapukan tersebut bersifat urai, lunak, lepas, belum kompak (unconsolidated) dan memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi.


Berdasarkan lokasi dan kedalaman pusat gempa bumi, maka kejadian gempa bumi tersebut diperkirakan berasosiasi dengan aktivitas penunjaman lempeng di Laut Banda. Sumber gempa bumi ini pada umumnya mempunyai mekanisme sesar naik. Zona penunjaman ini membentang mulai dari selatan pulau Timor, tenggara Pulau Yamdena, timur Kepulauan Kai dan membelok hingga utara Pulau Seram. Menurut catatan dari Badan Geologi sumber gempa bumi penunjaman di Laut Banda pernah memicu terjadinya tsunami pada tahun 1629, 1674, 1852, dan 1938. Disamping dari aktivitas penunjaman di Laut Banda, sumber pembangkit tsunami lainnya diperkirakan dari longsoran cekungan Weber yang dapat dipicu oleh guncangan gempa bumi kuat.


Hingga laporan ini dibuat belum ada informasi korban jiwa dan kerusakan bangunan yang diakibatkan oleh kejadian gempa bumi ini. Menurut informasi BMKG guncangan gempa bumi terasa di Pulau Banda Naira dan sekitarnya, Kabupaten Maluku Tengah, serta diperkirakan pada skala intensitas III MMI (Modified Mercally Intensity). Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami meskipun lokasi pusat gempa bumi terletak di laut, karena energinya tidak cukup kuat untuk mengakibatkan terjadinya deformasi dasar laut yang dapat memicu tsunami.


(1) Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan kekuatannya lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM