Tanggapan Kejadian
142 km baratdaya Nias Barat, Sumatra Utara

Tanggapan dibuat oleh Arianne Pingkan Lewu, S.T., 20 April 2021 pukul 06:58:00 WIB

6.4 SR Tidak berpotensi Tsunami

I-II PPGA Sinabung, Gunung Sitoli; Aek Godang, Padang Sidempuan, Pariaman, Padang Pariaman, Padang, Pakpak Barat, dan Aceh Singkil II MMI; II-III Nias Barat

Gempa bumi terjadi pada hari Selasa, 20 April 2021, pukul 06:58 WIB. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa bumi terletak pada koordinat 96,42°BT dan 0,21°LU (142 km baratdaya Nias Barat, Sumatera Utara), pada kedalaman 10 km dengan magnitudo M6,4. Berdasarkan informasi dari GeoForschungsZentrum (GFZ) Jerman, pusat gempa bumi berada pada koordinat 96,53°BT dan 0,16°LU dengan kekuatan M6,0 dan kedalaman 10 km. The United States Geological Survey (USGS), Amerika, menginformasikan bahwa pusat gempa bumi terletak pada koordinat 96,540° BT dan 0,178° LU, dengan kekuatan M6,0 pada kedalaman 10 km.


Pusat gempa bumi berada perairan barat Pulau Nias, Sumatra utara. Wilayah yang berdekatan dengan pusat gempa bumi adalah Pulau Nias yang disusun oleh morfologi dataran pantai, lembah dan perbukitan. Batuannya berumur Pra-Tersier (batuan metamof, meta sedimen), Tersier (batuan sedimen) dan endapan Kuarter (aluvial pantai, sungai dan rawa). Batuan berumur Pra Tersier dan Tersier yang telah mengalami pelapukan serta endapan Kuarter pada umumnya bersifat urai, lepas, belum kompak dan bersifat memperkuat efek guncangan, sehingga rawan gempa bumi. Selain itu morfologi perbukitan yg tertutup oleh batuan mengalami pelapukan akan rentan terjadi gerakan tanah dipicu guncangan gempa bumi kuat dan/ curah hujan tinggi.


Gempa bumi berpusat di Lempeng Samudra Indo-Australia, di luar zona subduksi atau disebut gempa bumi outer rise. Gempa bumi terjadi akibat reaktivasi sesar yang disebabkan oleh litosfer samudera yang mendekati zona subduksi dan menekuk ke dalam parit (trench) laut dalam. Pusat gempa bumi yang terjadi mempunyai mekanisme sesar normal (turun).


Berdasarkan informasi dari Pos Pengamatan G. Sinabung (Kec. Simpang Empat, Kab. Karo), guncangan gempa bumi tidak dirasakan namun terekam pada stasiun seismik pemantau G. Sinabung atau intensitas I-II MMI (Modified Mercalli Intensity). Berdasarkan BMKG, guncangan gempa bumi dirasakan di Nias Barat dengan intensitas II-III MMI di Aek Godang, Padang Sidempuan, Pariaman, Padang Pariaman, Padang, Pakpak Barat, dan Aceh Singkil dengan intensitas II MMI, serta di Gunung Sitoli sebesar I-II MMI. Gempa bumi ini tidak menimbulkan tsunami, karena walaupun gempa bumi berpusat di laut, namun energinya tidak cukup kuat untuk memicu terjadinya tsunami. Hingga tanggapan ini dibuat, belum ada informasi terkait kerusakan yang diakibatkan gempa bumi ini.


(1) Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan serta informasi dari petugas BPBD setempat. Jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami.
(2) Masyarakat agar tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, yang diperkirakan berkekuatan lebih kecil.

Follow Kami

Pilih salah satu akun sosial media kami untuk mendapatkan update terkini tentang bahaya geologi di Indonesia.


Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi

Badan Geologi

Kementerian ESDM